oleh

Luar Biasa, 62 Perusahaan Dukung Gerakan Kupang Hijau 2020

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang melalui Tim Gerakan Kupang Hijau (GKH) akan menanam 2.000 pohon di Kelurahan Naimata dan Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Sabtu (11/7/2020) pagi.

Informasi ini disampaikan Ketua GKH, Alex Riwu Kaho dalam jumpa pers di Ruangan Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (10/7) pagi. Alex yang juga Plt. Dirut Bank NTT tersebut menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dalam rangka GKH diawali dengan gowes bersama dari halaman parkir Bank Indonesia Perwakilan NTT, pukul 05.30.

BACA JUGA: Besok, Pemkot-Bank NTT dan Mitra Launching Gerakan Kupang Hijau 2020 di Petuk

Peserta gowes akan dipimpin langsung Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dan Ketua GKH Alex Riwu Kaho bersama OPD lingkup Pemkot Kupang, karyawan BI, Bank NTT dan karyawan perusahaan sponsor kegiatan GKH 2020.

Peserta gowes akan melintasi beberapa ruas jalan di Kota Kupang, yakni Jalan Frans Seda, Piet A. Tallo, Adi Sucipto, Jl. Taebenu dan finis di Jembatan Petuk 2, Kelurahan Naimata. Tempat finish tersebut merupakan lokasi penanaman pohon yang akan dilaksanakan oleh seluruh peserta gowes bersama karyawan dari sejumlah perusahaan yang mendukung GKH.

Aleks menjelaskan Gerakan Kupang Hijau (GKH) mencakup tiga sasaran kegiatan, yakni tanam air, tanam pohon dan bebas sampah plastik. Program tersebut bertujuan agar Kota Kupang makin hijau, segar, sehat dan potensi air tanah meningkat.
Gerakan ini murni kerja keras Tim GKH memaksimalkan sumber daya yang ada di Kota Kupang dengan tidak menggunakan APBD Kota Kupang. “Kita memakai seluruh sumberdaya yang ada di Kota Kupang untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujar Alex.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bersamaan dengan dengan perayaan HUT ke-60 Bank Indonesia dan HUT ke-58 Bank NTT. Gerakan ini melibatkan 62 perusahaan, lembaga, instansi serta sumbangan pribadi yang telah menyatakan komitmen untuk mendukung Tim GKH melalui sumbangan dana.

Disebutkan, ada tiga paket sumbangan yang ditawarkan melalui proposal. Paketnya Rp 4.500.000, Rp 8.000.000 dan Rp 14.000.000. Total biaya yang didapat kurang lebih Rp 325 juta. “Kami mengumumkannya secara terbuka supaya tidak ada pemahaman yang keliru dari masayrakat. Ini murni tidak memakai APBD,” tegas Alex.

BACA JUGA: Sukseskan GKH, Wali Kota Ajak Dewan Bikin Perda Penebangan Pohon

Ia berharap semua pihak bisa memberikan kontribusinya untuk menyukseskan kegiatan ini di masa mendatang. “Kami akan terus mengajak semua pihak,” kata Alex.

“Kami juga akan mengajak pihak gereja dan masjid untuk menyampaikannya melalui mimbar-mimbar untuk mewartakan kegiatan ini. Kepada insan pers mohon berkenan untuk membantu kabar baik ini kepada masyarakat,” tambah Alex. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed