oleh

Bupati Tak Undang DPRD Hadiri Musrenbang Rote Ndao, Ini Kata Anggota DPRD

Iklan Demokrat

Ba’a, RNC – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao dibuka Jumat (23/4/2021) kemarin. Sayangnya, acara itu tak dihadiri secara langsung pimpinan dan anggota DPRD Rote Ndao.

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao hanya hadir secara virtual. Sementara para camat dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao hadir memenuhi Auditorium Ti’ilangga, tempat dilaksanakannya acara pembukaan Musrenbang.

Iklan Dimonium Air

Terkait hal ini, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rote Ndao, Feki Boelan menyayangkan sikap Pemkab Rote Ndao. Menurutnya, pemerintah dan DPRD adalah mitra yang sejajar dan sama-sama merupakan unsur pelaksana pemerintahan di daerah. Oleh karena itu, DPRD mesti secara fisik hadir dalam acara tersebut.

Feki mengatakan dalam kegiatan Musrenbang tersebut terpantau ada sejumlah pimpinan OPD dan camat yang hadir secara langsung. “Lalu apakah DPRD tidak penting dalam proses ini. Kalau alasan covid, kenapa begitu banyak pimpinan OPD dan camat hadir, sementara ketua DPRD saja tidak diundang hadir secara fisik. Apakah ketua DPRD yang hanya satu orang hadir secara fisik membawa virus covid, sementara camat dan sejumlah pimpinan OPD tidak bermasalah,” kata Feki kesal.

BACA JUGA: Pakai Helikopter, Gubernur NTT Kunjungi Korban Bencana di Pulau Ndao dan Nuse

Politisi Partai Hanura ini juga menyesalkan pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Jonas Selly di sejumlah media yang menuding DPRD ngawur dalam berkomentar. “Kalau Sekda katakan kami ngawur, maka saya mau bilang Sekda lebih ngawur lagi. Karena saat pra-musrenbangkab juga DPRD tidak diundang. Nanti ketika salah satu anggota dewan ribut di acara pemakaman baru DPRD diberikan undangan. Undangan itu dibuat tanggal mundur tapi hari itu pelaksanaan pra musrenbang baru DPRD dikasih undangan,” ujar Feki.

Baca Juga:  Curanmor Kembali Terjadi di Rote, Polisi Amankan Pelaku

Ia juga mengatakan, sebelumnya Sekda juga tidak menghadiri undangan DPRD untuk membahas anggaran bencana dengan alasan sibuk. Padahal, kata Feki, sebagai ketua tim anggaran, jika bupati sibuk membagi-bagi sembako, mestinya Sekda bisa menghadiri rapat bersama DPRD. “Karena DPRD memiliki fungsi budgeting sehingga satu rupiah pun yang digunakan pemerintah DPRD harus tahu. Hal itu juga berkaitan erat dengan fungsi pengawasan yang melekat pada DPRD,” ujar Feki.

Dikutip dari sejumlah media, Sekda Jonas Selly beralasan pimpinan dan anggota DPRD sudah diundang untuk hadir secara virtual. Pasalnya, saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19. Pada saat pelaksanaan Musrenbang, Ketua DPRD Alfred Saudila bersama wakil ketua Paulus Henuk hadir secara virtual. bahkan ketua DPRD memberikan sambutan via zoom.

(rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed