oleh

Eksklusif, Qlue Hanya Hadir di Kupang, Bandung dan Makassar

Kupang, RNC – Warga Kota Kupang patut bersyukur dengan hadirnya aplikasi layanan publik Qlue. Pasalnya, di Indonesia, Qlue hanya hadir di tiga kota, yakni Bandung, Makassar dan Kupang.

Tiga kota ini sudah bisa menikmati layanan Qlue tahun ini. Untuk Kota Kupang, saat ini dalam masa persiapan. Pekan depan dilaksanakan pelatihan untuk perangkat daerah dan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, pekan lalu mengatakan Kota Kupang akan menggunakan dua aplikasi layanan publik, yakni LAPOR dan Qlue. LAPOR merupakan aplikasi yang dihubungkan langsung dengan Kementerian PAN RB.

Khusus untuk Qlue, menurut Jefri, awalnya hanya dipakai di Jakarta saat dipimpin Ahok. Dengan menggunakan Qlue, kinerja aparatur akan lebih baik. Pasalnya, waktu untuk merespon pengaduan hanya 1×24 jam. Kalau lewat maka tunjangan kinerja langsung terpotong otomatis. “Tidak pake tanya-tanya lagi. Sudah didesain seperti itu. Jadi nanti jangan kaget, kenapa ko saya punya tunjangan hilang. Karena bapak tidak respon, makanya terpotong,” kata Jefri.

Menurutnya, dengan aplikasi ini semuanya tersistem dengan baik, sehingga tidak ada yang bisa intervensi. Oleh karena itu, Pemkot telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk perangkat daerah dan juga kelurahan.

Jefri menjelaskan aplikasi Qlue memang sangat mahal harganya. Namun lewat negosiasi yang panjang Pemkot Kupang tidak membayar. “Pertama kali jadi wali kota, yang pertama kali saya cari adalah aplikasi Qlue. Karena Qlue ini yang dipakai di Jakarta. Saya ketemu, tapi mereka bilang tidak bisa masuk ke daerah. Hanya di Jakarta,” ujarnya.

Namun, kata Jefri, Qlue yang menjadi salah satu aplikasi layanan publik terbaik dunia mendapat semacam bonus dari beberapa lembaga dunia untuk memilih tiga kota di Indonesia agar memakai aplikasi Qlue. Dan salah satu yang dipilih adalah Kota Kupang. Kota Kupang dinilai sangat komit untuk perubahan dan siap menerapkan aplikasi layanan publik. “Oleh karena itu, Qlue sendiri yang akan memberikan pelatihan kepada perangkat daerah dan juga TRC unuk pelayanan lebih baik di masyarakat,” kata Jefri.

Dirilis dari Telset.id, Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya menjelaskan, pihaknya memilih tiga kota tersebut karena Qlue telah mendapatkan dukungan penuh dari perangkat pemerintah sehingga proses tindak lanjut laporan warga menjadi efektif.

“Kami harap hadirnya Qlue di Bandung, Makassar, dan Kupang dapat membantu warga untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan kotanya untuk menjadi smart city dan mempercepat Indonesia menjadi smart nation. Qlue menyediakan platform berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things serta integrasi data yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi dalam menangani permasalahan kota,” kata Rama Raditya.

Lebih lanjut Rama mengatakan, dengan platform Qlue, Pemerintah Daerah semakin cepat dalam menerima laporan warga serta melihat potensi permasalahan yang ada di kota tersebut dalam satu dashboard. Semua data yang terkumpul dalam dashboard akan memudahkan Pemerintah Dearah dalam memformulasikan kebijakan bagi pembangunan daerahnya.

Untuk itu, Qlue sebagai inovasi teknologi karya anak negeri mendorong para warga untuk menggunakan aplikasi Qlue dan menjadi smart citizen. Warga yang cerdas merupakan kunci dalam pengembangan smart city dan memberikan kontribusi mendukung perubahan positif pembangunan kota melalui aplikasi Qlue.

“Sejak awal berdiri Qlue mengambil inisiatif untuk terus memperkenalkan smart city solution kepada publik, dan meningkatkan partisipasi warga guna mendorong perubahan pelayanan publik agar lebih transparan dan akuntabel. Kami membangun sebuah platform dalam bentuk dashboard yang dapat menampilkan keluhan warga sehingga pemerintah mempunyai data real-time dan lokasi untuk memetakan berbagai keluhan dan masukan dari warganya,” ujar Rama.

Saat ini user Qlue mencapai lebih dari 700 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya program GSMA ini, Qlue menargetkan user akan meningkat 125 ribu user baru di tiga kota ini. Saat ini, Qlue telah menjadi perusahaan ekosistem smart city terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 50 institusi negara dan swasta multi-industri telah menggunakan solusi teknologi dari Qlue, mulai dari pemerintahan pusat dan daerah, BUMN, penegak hukum, real-estate, transportasi umum, hingga manufaktur. (*/ms/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *