Ruteng, RNC - Toilet di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kabupaten Manggarai, nampak kotor tak terawat. Tidak ada tanda-tanda pernah dibersihkan.
Informasi bermula ketika Senin (8/11/2026) beberapa wartawan mendatangi kantor itu hendak mewawancarai Sekretaris Sat Pol PP. Dua wartawan kemudian ke belakang hendak gunakan toilet. Ditemukan ada empat toilet yang tampak sangat kotor.
Bahkan ada satu toilet yang tampak penuh kotoran manusia. Sementara, di dalam bak air ada celana dalam bekas wanita. Celana dalam bekas itu terendam dalam air.
Kondisi toilet ini sangat tidak ramah lingkungan. Saat berada di sekitar toilet, tercium bau menyengat dan tak sedap.
Selain toilet yang kotor, di samping kantor Pol PP atau tepat di depan pintu toilet, tampak sampah yang berserakan. Sampah itu terdiri dari plastik bekas, kayu bekas, genteng bekas, dan beberapa alat elektronik rusak.
Selain sampah, air dari kran juga terlihat terus mengalir. Kondisi ini sepertinya telah berlangsung lama. Pasalnya, di sekitar kran air, tanahnya tampak becek.
Kondisi ini patut disayangkan, sebab kantor Sat Pol-PP Manggarai berada tepat bersampingan atau di belakang kantor Bupati Manggarai.
Usai melakukan pantauan, kepada seorang anggota Pol-PP disinggung soal kotoran dan bau menyengat tersebut. Namun tanpa melihat ke belakang, Anggota Pol-PP membantah.
“Oh kalau toilet di belakang sangat bersih. Tidak pernah kotor,” kata anggota Pol-PP.
Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi Sekretaris Pol-PP Manggarai, tidak ada di kantor. Informasi yang himpun, ia sedang mengikuti rapat paripurna di Kantor DPRD Manggarai.
Buruknya kebersihan toilet di Kantor Pol-PP Manggarai berbanding terbalik dengan semangat pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Untuk diketahui, Kabupaten Manggarai mendapat Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan ini diterima dalam gelaran STBM Award 2021 yang berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Jumat, 15 Oktober 2021. (rnc23)


















Komentar