oleh

Belum Sebulan Usai Dibangun, Ruas Jalan di Manggarai Mulai Hancur

Iklan Demokrat

Ruteng, RNC – Baru 20 hari setelah selesai pengerjaan, jalan lapisan penetrasi (Lapen) di Ndehes, Desa Compang Ndehes, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai rusak parah. Informasi yang dihimpun, proyek jalan tersebut selesai dikerjakan pada 18 Oktober 2021 lalu.

Pantauan RakyatNTT.com di lokasi pada Kamis (18/11/2021) pagi, kerusakan itu terjadi pada beberapa titik. Satu titik terparah yaitu adanya kerusakan terbentuk menyerupai saluran air (drainase). Saluran tersebut diperkirakan memiliki panjang enam hingga delapan meter. Di saluran itu tidak ada lagi agregat dan aspal. Yang tampak adalah batu pengerasan yang menjadi lapisan dasar konstruksi jalan.

Iklan Dimonium Air

Beberapa titik lain mengalami kerusakan serupa. Agregat (2-3) atau lapisan permukaan konstruksi muncul ke atas dan berserakan di badan jalan. Selain material yang berserakan itu, ada pula tanah menyerupai bekas lumpur. Tanah tersebut diduga muncul dari bawah aspal akibat diresap air hujan.

Sebagian tanah lain diduga berasal dari bawaan erosi. Erosi mengalir ke dalam badan jalan karena ruas drainase yang sempit. Akibat erosi, membuat badan jalan menjadi terkikis dan aspal terkelupas.

Sementara di tepi jalan, nampak batu atau lapisan dasar jalan yang sudah tak tertutup aspal maupun agregat. Beberapa batu bahkan sudah tergelincir ke permukaan.

Pada bagian tepi dalam jalan banyak ditemui tumpukan batu. Batu tersebut memiliki ukuran relatif yakni batu agregat, batu ukuran 5-7, 10-15. Bahkan ada batu yang lebih besar dari itu. Ukuran dan jenis batu yang sama juga terlihat di badan saluran drainase.

Kondisi kerusakan seperti yang dijelaskan ditemui pada sebagian besar ruas jalan yang memiliki panjang 380 meter itu.

Tim dari Dinas PU Mendatangi Lokasi

Baca Juga:  Joroknya Toliet Kantor Sat Pol PP Manggarai, Ada Pakaian Dalam Wanita Bekas

Saat melakukan pantauan, awak media juga menjumpai konsultan pengawas dari PT. Kencana Adya dan Swara datang ke lokasi. Tidak berselang lama datang tim dari Dinas PU dan PPK bersama kontraktor pelaksana dari CV. Wae Dalit Indah. Tim tersebut melakukan pemantauan di lokasi proyek tersebut.

Usai melakukan pantauan, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK), Melki Muardi mengatakan, kerusakan jalan terjadi karena saluran drainase tidak lebar. Kedalaman saluran, kata dia, tidak sampai satu meter. Itu menyebabkan air masuk ke badan jalan dan mengikis aspal.

“Kalau menyangkut pekerjaan itu tidak digilas itu benar. Ini kita kerja sesuai spesifikasi alat dan material lapen juga sudah sesuai dengan spek itu yang sudah dikerjakan,” kata Melki.

Melki mengatakan, pihaknya tidak memberi toleransi terhadap kerusakan tersebut. Ia mewajibkan kontraktor pelaksana untuk melakukan perbaikan.

“Saya sudah perintahkan kontraktornya untuk segera memperbaiki semua kerusakkan yang ada,” tegas Melki.

Sementara itu, konsultan pengawas Marsel Jebatu, mengatakan kondisi kerusakan bukan disebabkan karena kualitas kerja yang buruk. Ia berdali, kerusakan itu disebabkan curah hujan yang tinggi.

Air hujan yang meresap mengakibatkan permukaan lapen  terkelupas. Meski demikian ia mengakuai, idealnya di jalan lapen air hujan tidak meresap, melainkan mengendap.

“Jadi begitu lapisannya terbongkar dengan sendirinya lapen itu akan rusak. Kurang lebih total kerusakannya sekitar 17 meter persegi. Untuk lapennya itu yang harus dikerjakan ulang dan ada 6 meter lari yang harus diburam ulang,” jelas Marsel.

Marsel membantah terkait dugaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Dalam pengawasannya material yang digunakan oleh kontraktor pelaksana sudah sesuai standar.

“Semua material yang mereka pake itu sudah diuji leb semua dan sudah layak untuk dipake,” katanya.

Baca Juga:  Tertibkan Aset Daerah, Pemkab Manggarai Teken MoU dengan Kejari

Untuk diketahui, proyek program penyelenggaraan jalan Bengkang-Ndehes itu, dikerjakan oleh CV. Wae Dalit Indah dengan anggaran sebesar Rp400.000.000. Proyek tersebut dikontrak dengan masa kerja 120 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed