oleh

Rumah Hanyut Terseret Banjir, Warga di TTS Tinggal di Gubuk di Tengah Sawah

Iklan Covid Walikota Kupang

SoE, RNC – Korban badai siklon tropis Seroja di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hingga hari ini belum menerima bantuan dana tunggu hunian (DTH) maupun bantuan untuk memperbaiki rumah mereka yang tergolong rusak berat.

Sebanyak dua KK di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan yang rumahnya hanyut terbawa banjir terpaksa harus menetap di rumah kebun yang berada di tengah sawah.

Iklan Dimonium Air

Salah satu korban, Efraim Tobe, tinggal di sebuah rumah berukuran 2 x 3 meter. Saat didatangi Minggu (13/6/2021), Efraim ditemani oleh anaknya Yesti Tobe.

Selain mereka berdua, ada juga tiga orang lainnya yang tinggal di gubuk yang beratapkan daun gewang itu. Dua di antaranya adalah anak-anak, masing-masing berusia 4 tahun dan 2 tahun.

Gubuk itu dibagi dua bagian. Pada satu bagiannya dipasangkan dinding penuh. Sementara bagian lainnya dibiarkan terbuka dengan daun gewang yang dijadikan atap dibiarkan menjulur mendekati tanah.

Tanpa tempat tidur, tanpa kasur busa. Mereka tidur beralaskan tikar. Pada kamar yang dibatasi dinding, terpasang sebuah kelambu berwarna biru.

Di bawah pohon jati tepat di belakang gubuk itu, semua peralatan dapur disusun di atas sebuah tempat cuci piring yang dibuat dari bambu.

Yesti Tobe mengisahkan, rumah mereka berada di bantaran sungai terkikis bersama satu rumah lain milik Sefnat Benu. Semenjak saat itu, mereka pindah dan menetap di rumah kebun itu sampai sekarang.

Hal yang sama juga terjadi pada Sefnat Benu. Ia bersama keluarganya pun mengungsi di rumah kebun di tengah sawah. Sawah tersebut pun bukan milik mereka.

“Setelah banjir itu kami menginap di sini. Sudah buat ini rumah. Kami tidak ke mana-mana,” ujar Yesti dibenarkan sang ayah.

Baca Juga:  Aktivitas Siswa di TTS saat BDR: Jualan Pulsa, Dagang Sayur hingga Menanam Padi

Dirinya mengatakan, sampai saat ini mereka belum mendapatkan kepastian terkait pembangunan kembali rumah mereka oleh pemerintah.

“Belum dapat informasi (pembangunan rumah). Hanya kemarin hari Jumat itu yang bapa buka rekening,” ujarnya.

Sekretaris Desa Linamnutu, Marten Kause menjelaskan, dua rumah warga yang hanyut itu, datanya sudah masuk ke Pemerintah Pusat melalui BPBD. Kedua KK itu akan mendapatkan dana tunggu hunian selama tiga bulan dengan nominal Rp 500 ribu per bulan.

Menurutnya, BPBD Kabupaten TTS telah mengirimkan tim untuk mengambil data berupa foto serta data lainnya, sehingga dipastikan kedua KK ini akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

“Sudah ada titik terang mengenai bantuan fisik rumah ini, yaitu Pemerintah akan ganti rugi selama tiga bulan mereka nginap di rumah tetangga dan rumah mereka akan dibangun kembali,” jelas Marten.

Untuk DTH selama tiga bulan, BPBD telah memfasilitasi untuk buka rekening di BRI Panite. Sementara untuk bangunan rumah pun dipastikan selesai pada tahun ini juga.

“Untuk bangunan rumah ini, dipastikan selesai pada bulan November 2021 ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Plt. Kepala BPBD Kabupaten TTS, Yerry Nakamnanu mengatakan, Kabupaten TTS mendapatkan DTH untuk 56 KK sebesar Rp 84 juta. Dana tersebut akan diberikan selama tiga bulan sambil menunggu rumah warga korban badai Seroja dibangun kembali.

Namun sampai saat ini dana tersebut belum disalurkan ke masyarakat. Nakamnanu menjelaskan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah provinsi untuk pendistribusian.

(rnc21)

  • 253
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed