Mobil Pikap Bermuatan Ikan di Larantuka Kecelakaan, Pengemudi Luka-luka

Flores Timurdibaca 893 kali

Larantuka, RNC - Sebuah mobil pikap bermuatan ikan menabrak sebuah pikap yang sedang diparkir di Sarotari atas sebelum Weri, Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Kejadian laka lantas itu diduga disebabkan karena pengemudi pikap bermuatan ikan melaju dengan kecepatan tinggi.

Kasatlantas Polres Flotim, Iptu Laurensius D. Daton, saat dikonfirmasi RakyatNTT.com di ruang kerjanya, Senin (6/6/2026) membenarkan kejadian itu. Kejadian laka lantas itu terjadi pada Kamis (2/6/2026) dinihari. Tidak ada seorang pun yang melihat peristiwa ini.

Iptu Laurensius mengatakan, peristiwa bermula saat mobil pikap pengangkut ikan itu melintas masuk di lorong Sarotari atas sebelum Weri. Saat melintas, mobil pikap yang ketika itu dikendarai Suaifan Bethan bersama dua rekannya Muhammad Safril Balido (25) dan Rahman Ahmad (27) yang duduk di sampingnya diduga melaju dengan kecepatan tinggi. “Mobil ikan, jadi mereka itu masuk di lorong, di Sorotari atas sebelum Weri. Ade-ade yang bawa mobil pikap itu dengan kecepatan tinggi,” kata Iptu Laurensius.

Dia menambahkan, mobil pikap yang ditabrak tersebut dalam keadaan terparkir di depan rumah pemilik mobil. Karena melaju dari arah atas dengan kecepatan tinggi, sesampainya di tikungan langsung menabrak mobil pikap yang sementara diparkir. Akibat tabrakan itu kendaraan pikap yang tertabrak itu terseret belasan meter. “Mobil dalam keadaan parkir, dia (pengemudi mobil pikap bermuatan ikan) tabrak itu mobil yang di depan yang parkir itu, bergeser hampir belasan meter. Nah, kita sudah bisa duga kecepatan mobil yang dari belakang itu kecepatan tinggi,” ucapnya.

Dikatakannya, kejadian naas itu mengakibatkan Suaifan Bethan (sopir) pengemudi pikap mengalami luka lecet pada bagian tangan kanan dan kiri. Sementara Muhammad Safril Balido (25) mengalami benturan pada dada. Sedangkan Rahman Ahmad (27) mengalami luka terbuka pada bagian lutut kanan dan luka terpotong di bagian telapak kaki kanan.

Terduga pelaku, ujar Laurensius, sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, tetapi karena kondisi tidak terlalu parah sehingga mereka menjalani pengobatan secara tradisional di Lamahala, Adonara. “Setelah itu, si penabrak sempat dibawa ke rumah sakit tetapi tidak parah. Sesudahnya, ia langsung dibawa pigi ke Adonara, Lamahala supaya bisa berobat di situ. Yang parah itu mobil bisa penyot,” jelasnya. Barang bukti saat ini sudah diamankan pihak berwajib. (rnc27)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *