oleh

Pelaku Pembunuhan Nenek di Rote Ndao Masih Buron

Iklan Covid Walikota Kupang

Ba’a, RNC – Penyidik Satuan Reskrim Polres Rote Ndao dan Polsek Rote Barat Laut berusaha mengungkap pelaku dan motif pembunuhan seorang nenek di Kabupaten Rote Ndao.

“Sudah ada 4 orang saksi yang kita periksa termasuk cucu korban,” ujar Kasubbag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, SIP, Rabu (21/7/2021) dilansir digtara.com.

Iklan Dimonium Air

Namun hingga saat ini polisi belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan ini. “Pelaku masih dalam penyelidikan dan motif kasusnya belum dapat disimpulkan,” jelasnya.

Tim identifikasi Polres Rote Ndao juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban termasuk mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban.

Polisi masih berusaha mencari pelaku serta barang bukti yang dipakai pelaku menghabisi nyawa korban. “Belum ada titik terang. Kita baru memeriksa saksi-saksi,” tambah Kasubbag Humas Polres Rote Ndao.

Kasus dugaan pembunuhan sadis terjadi di RT 008/RW 004, Dusun Lasilai, Desa Holulai, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Nenek Juliana Abe (75), ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Selasa (20/7/2021). Korban pertama kali ditemukan oleh cucunya, Melsi Sa’u (9), siswa kelas III sekolah dasar.

Diduga kuat korban dibunuh pada Senin (19/7/2021) tengah malam. Sebelumnya pada Senin (19/7/2021) malam, korban dan cucunya Melsi Sa’u baru pulang dari rumah Deni Dengak.

Saat itu, korban dan cucunya serta Nita Loak dan Be Loak serta Jhon Sely dan Ot Bolla masih bermain kartu remi. Karena sudah agak malam, korban dan Melsi Sa’u pulang berjalan kaki ke rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter.

Ketika tiba di rumah, Melsi Sa’u langsung tidur di atas bangku yang berada di bagian selatan dalam rumah. Sedangkan korban masih menumbuk sirih pinang di atas bangku bagian utara.

Baca Juga:  Sadis! Bocah 4 Tahun di Rote Ndao Dicabuli Tetangga Sendiri

Sesudah itu, korban masih makan sirih pinangnya lalu menutup pintu depan dan mematikan lampu listrik dalam rumah dan tidur. Tengah malam, Melsi Sa’u terbangun dari tidurnya karena ada bunyi dobrakan pintu depan rumah.

Melsia masih mendengar korban berteriak 1 kali. Namun karena takut maka Melsi pun terus tidur sampai dengan pagi hari. Selasa (20/7/2021) pagi sekitar pukul 05.30 wita, Melsi Sa’u pun bangun tidur. Ia kaget melihat korban sudah tertidur terlentang atas tanah.

Melsi Sa’u lari ke rumah Melki Rondo dan menyampaikan ke Yeyen Sa’u, Uli Bolla (anak dari Otniel Bolla) serta Hana Sa’u-Talla bahwa neneknya (korban) tidur di tanah dengan tubuh penuh dengan darah.

Ketua RT, Ariance Sa’u yang menerima laporan tersebut langsung melaporkannya ke kepala desa. Kades dan kepala Dusun Tasilai Delfia Solo pun bersama- sama ke tempat kejadian perkara dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Rote Barat Laut.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Baa dengan menggunakan mobil Ambulance Puskesmas Oelaba, guna dilakukan Visum Et Repertum luar.

(*/dig/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed