Kefamenanu, RNC - Selasa (2/3/2026) sekira pukul 09.30 wita, sejumlah pejabat yakni Bupati TTU Drs. Juandi David dan Wakil Bupati Drs. Eusabius Binsasi, Kasrem 161/Ws Kupang Kolonel Inf. Jems Ratu Edo, Dandim 1618/TTU Letkol Arm. Roni Junaidi, S.Sos Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, perwakilan Kejari TTU, perwakilan Pengadilan Tinggi Kefamenanu, para kepala dinas, dan sejumlah tamu undangan lainya telah hadir di Aula Makodim 1618/TTU dalam kegiatan pembukaan TMMD ke-110, Desa Motadik, Kecamatan Biboki Anleu.
“Saya sangat terharu. Baru persiapan TMMD saja tapi sudah mau selesai jadi perlu kita tepuk tangan dulu. Ke depan itu kita harus bergandengan tangan. Memang, membangun TTU itu tidak bisa sendiri-sendiri apa lagi kalau membangun lewat TMMD. Saya pikir hasilnya nyata cepat. Masyarakat pasti puas. Dan untuk itu pak ketua DPRD juga ada maka ini satu pekerjaan yang berat juga,” ungkap Bupati TTU, Drs. Juandi David disambut tepuk tangan hadirin.
David mengaku terharu dan bangga setelah menonton video presentasi prospek perkembangan pengerjaan TMMD ke-110 yakni perbaikan jalan dan ruang kelas SDN Manune yang penuh suasana keberaamaan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Polri dan anggota TNI sendiri.
BACA JUGA: Prihatin SD Negeri Manune yang Beratap Daun. Kodim 1618/TTU Turun Tangan
Mantan Sekretaris Dewan itu mengaku TMMD merupakan wujud salah satu nawa cita membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI. “Pembangunan di daerah butuh partisipasi semua pihak tetmaksud dukungan dan peran serta TNI yang nyata melalui program TMMD. Selain itu perlu mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya demi menciptakan masyarakat yang Sejahtera, demokratis, adil dan mandiri,” kata David.
Kepala Staf Korem 161/WS, Kolonel Inf. Jems Ratu Edo dalam kesempatan tersebut menegaskan, atas bantuan dari pemerintah daerah dan DPRD yang terus menggodok untuk terjadiya TMMD menjadi kehormatan dan semangat kami untuk melanjutkan program TMMD di Kabupaten TTU. Tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Kegiatan TMMD fisik dan non fisik harus terlaksana dan tepat sasaran yang diharapkan,” tegasnya dalam kegiatan bertemakan “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri” itu.
Dandim 1618/TTU Letkol Arm. Roni Junaidi S.Sos kepada RakyatNTT.com, menjelaskan, untuk pembangunan sasaran fisik pertama berupa 4 ruang kelas sudah mencapai 27% karena sudah melaksanakan pra-TMMD semenjak 15 Februari 2021 lalu. Selain itu, pembangunan jalan rabat dengan target sepanjang 376 meter sudah mencapai 130 meter atau 43 %. “Kita berharap progres ini bisa meningkat dari hari ke hari. Semoga di minggu pertama dan ke dua sudah mencapai 75 persen pada tanggal 25 maret sehingga pada saat penutupan sudah 100 persen pada tanggal 31 maret,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dandim Roni menjelaskan, untuk pengerjaan fisik pada TMMD ke-110 ada dua kegiatan seperti pembangunan ruang kelas 5×28 meter untuk 4 ruang kelas kemudian rabat jalan panjang 376 meter dengan lebar 3 meter ketebalan
15 cm. Selain itu, untuk pengerjaan non fisik yakni 11 penyuluhan seperti bersama dinas kesehatan, dinas kebersihan, kepolisian, Badan Lingkungan Hidup, pertanian dan lainya. “Yang menjadi penekanan di sini adalah dinas kesehatan tentang kesehatan lingkunan Posyandu dan kesehatan lingkungan termasuk protokoler kesehatan,” tegasnya. (rnc17)












