oleh

Prihatin, Bayi dalam Kondisi Kritis Telantar di Puskesmas hingga Meninggal

Iklan Covid Walikota Kupang

Ba’a, RNC – Seorang bayi berusia 1 bulan menghembuskan napas terakhir di ruang tunggu Puskesmas Korbafo, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao. Bayi malang ini tak sempat mendapatkan perawatan medis.

Kepada RakyatNTT.com, Kamis (25/2/2021), salah satu keluarga dari bayi tersebut, Yufer Tupu, mengatakan ia membawa bayi tersebut dalam kondisi gawat darurat dari Dusun Oenitas, Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah. Bayi ini mengalami sakit pada Rabu (24/2/2021) dan sore harinya langsung dibawa ke dokter praktik di Umakapa, Kelurahan Olafuliha’a, Kecamatan Pantai Baru. Namun karena bayi tersebut butuh penanganan intensif, dokter merekomendasikan untuk dibawa ke Puskesmas Korbafo.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: Vaksinasi Tahap II, 19 Nakes Puskesmas Korbafo Belum Terdata di KCP-PEN

Yufer mengatakan keluarga pun membawa bayi tersebut ke Puskesmas Korbafo dan tiba pukul 18.30 wita. Mereka diterima oleh seorang perawat dan langsung dibawa masuk ke ruang tunggu. Perawat tersebut lalu meminta mereka menunggu agar ia memanggil salah seorang perawat lain. “Dia bilang tunggu ko dia panggil Ibu Nur. Ketong sonde tau Ibu Nur itu sapa, tapi dia suruh tunggu jadi ketong tunggu. Trus dia naik motor ju gas pulang,” kata Yufer.

Menurut Yufer, mereka menunggu sekitar 1 jam namun tidak ada dokter atau perawat yang datang. Sementara kondisi bayi makin kritis. Bayi sudah kejang-kejang. Tak lama kemudian menghembuskan napas terakhir di ruang tunggu Puskesmas. Bayi meninggal pukul 20.00 wita. Hingga meninggal, tak ada tenaga medis di Puskesmas tersebut.

“Masa su jam 8 lewat tidak ada dokter satu pun di ini rumah sakit. Ketong ada video ruangan yang kosong dong,” ujar Yufer lagi.

Menurutnya, ketika hendak pulang, baru ada seorang perawat yang datang. Perawat tersebut menanyakan kondisi bayi, namun pihak keluarga mengatakan bayi itu sudah meninggal. Perawat yang baru datang itu sempat meminta keluarga untuk bertahan, tapi karena bayi sudah meninggal keluarga tidak mau lagi menunggu.

Yufer juga mengaku malam itu sudah menghubungi dokter, tapi tidak direspon dengan baik. Ia mengaku kesal sehingga menceritakan peristiwa itu di media sosial. Pihak keluarga juga berencana datang ke Puskesmas untuk bertemu langsung kepala Puskesmas. “Ini sementara pemakaman, nanti habis ketong pi. Jadi tolong kaka informasikan kepala Puskesmas untuk hadirkan perawat yang piket kemarin sore dan malam supaya ketong tunjuk muka, karena ketong tanda dia,” kata Yufer dengan nada kesal.

RakyatNTT.com berhasil menemui salah satu perawat atas nama Yolan Beda. Yolan pun membenarkan bahwa dia sempat datang ke Puskesmas malam itu. Ia juga membenarkan bahwa dia datang saat keluarga hendak membawa pulang pasien. Namun dia tidak sedang piket malam itu. Kebetulan bersama suami lewat dengan sepeda motor di depan Puskesmas sepulang belanja di kios. Saat itu ada yang memanggilnya karena ada orang marah-marah di depan pintu gerbang Puskesmas. Kebetulan suaminya mengenal keluarga pasien tersebut. Yolan mengatakan ia langsung mengirim pesan di grup whatsapp untuk menanyakan siapa petugas piket malam itu. “Kawan perawat yg piket sapa e…. ada pasien di UGD ni,” begitu isi pesan Whatsapp yang dikirim Yolan.

BACA JUGA: Sejumlah Pejabat dan Tokoh Masyarakat Rote Ndao Terima Vaksin Covid-19

Yolan lalu masuk ke halaman Puskesmas dengan tujuan melihat pasien yang ada di ruang tunggu. Tapi sebelum sampai di pintu UGD, keluarga sudah beranjak ke mobil hendak membawa pulang pasien tersebut. Ia sempat menahan keluarga untuk mendapat penanganan sambil menunggu perawat dan dokter, tetapi keluarga bersikeras untuk pulang. Yolan juga mengaku tidak mengetahui pasien sudah meninggal atau belum.

“Beta sempat tahan. Beta bilang basong mau bawa ini anak pi mana? Trus dong bilang mau bawa pi Puskesmas Feopopi,” kata Yolan.

Terpisah, Kepala Puskesmas Korbafo, Mat Y. Poy ketika konfirmasi mengatakan belum bisa memberikan keterangan karena masih memanggil petugas piket maupun petugas yang hadir malam itu di Puskesmas untuk dimintai keterangan. Setelah mendapatkan informasi detail baru bisa memberikan klarifikasi di media. “Saya masih panggil perawat piket kemarin sore dan perawat lain satu-satu untuk minta keterangan. Jadi setelah itu baru bisa klarifikasi di media,” kata Mat. (rnc12)

  • 435
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed