Kupang, RNC- Warga Kota Kupang di Kecamatan Kelapa Lima, mengeluhkan kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, yang terkesan lamban mengangkut sampah di tempat pembuangan sampah (TPS). Akibat kinerja buruk itu, banyak sampah yang berserakan di jalan raya.
Pantauan RakyatNTT.com, Selasa (18/1/2026) siang, sampah - sampah plastik di sejumlah TPS, nampak berserakan. Lokasinya mulai dari TPS di sudut depan Kantor BPOM, Jalan Sam Ratulangi, hingga samping Rumah Jabatan Wali Kota.
Terlihat pula kontainer dan bak permanen yang diadakan Pemkot Kupang, dibiarkan penuh. Akibatnya, sampah -sampah dari berbagai jenis, berserakan hingga ke badan jalan. Tak hanya itu, aroma tak sedap pun dihirup warga yang melintas. Bahkan, ada warga yang mengeluhkan penampakan dan polusi udara dari sampah-sampah tersebut.
Salah satu warga di RT/19-RW/05 Kelurahan Kelapa Lima, Katarina Bell Dima mengungkapkan, sampah - sampah tersebut sudah dua hari tidak diangkut. Karena rumahnya berdekatan dengan TPS, Ia selalu meminta warga untuk membuang sampah di TPS lain, yang belum terisi penuh.
Namun hal itu tidak bisa diantisipasi, karena di malam hari selalu saja ada warga yang membuang sampah dan tidak dimasukan dalam kontainer yang disediakan. “Kami warga tidak mau kalau sampah dibiarkan, dan lambat diangkut sampai empat hari. Apalagi ini sampah banyak sekali, jadi kalau dibiarkan akan berserakan di jalan, belum lagi bau busuk,” ungkap Katarina.
Sebagai warga kota, Ia mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menyediakan bak kontainer. Namun, kata Katarina, perlu ada kesigapan petugas DLHK untuk mengangkut sampah. “Setiap hari sampah harus diangkut, karena sampah di malam hari akan lebih banyak lagi. Kami tidak mau kalau Wali Kota Pak Jefry sudah keluarkan kebijakan, lalu petugas di bawah bergerak lambat, sampah ini serius,” ujarnya.
Katarina juga meminta, agar DLHK berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta ketua RT dan RW, agar mensosialisasikan cara menyimpan sampah yang baik. Hal ini dikarenakan, banyak warga yang membuang sampah asal - asalan, tidak pada bak maupun kontainer yang telah disediakan.
Warga lainnya, Hery Muskana, meminta Dinas LHK bisa menjaga reputasinya, dan komitmen pada bidang yang diemban. Ia menegaskan, perlu setia memberikan layanan publik terkait persampahan. Sebab kata Hery, Wali Kota Jefry Riwu Kore sudah cukup baik dalam memberikan kebijakan melalui anggaran, yang mumpuni bagi berjalannya dinas tersebut.
“Kami harap masalah sampah harus diatur secara baik agar terkendali, Pak Kadis harus tegas atas kebijakan wali kota terhadap petugasnya. Tumpukan sampah ini berdampak bagi kesehatan warga,” sebutnya. Terpantau, setelah dua jam berlalu, ada mobil DLHK yang kemudian mengangkut kontainer sampah siang itu. (rnc04).














