oleh

SELAMAT DATANG PEMIMPIN BARU…..

Iklan Covid Walikota Kupang

GUBERNUR NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat (26/2/2021) melantik lima pasangan bupati dan wakil bupati, masing-masing David Juandi-Eusabius Binsasi (TTU), Andreas Paru-Raymundus Bena (Ngada), Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut (Manggarai), Edistasius Endi–Yulianus Weng (Manggarai Barat) dan Kristofel Praing-David Melo Wadu (Sumba Timur).

Para pemimpin baru ini dilantik di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kota Kupang, sekitar pukul 15.00 wita. Acara pelantikan dihadiri oleh tamu undangan yang terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: David dan Eusabius bakal Tata Kota Kefamenanu Lebih Modern

Acara pelantikan juga disiarkan langsung via channel youtube dan aplikasi zoom. Karena pandemi covid-19 yang masih merebak, acara berlangsung singkat. Tidak ada sambutan maupun arahan dari gubernur. Setelah penyerahan SK dan penandatanganan berita acara, pelantikan diakhiri dengan foto bersama para bupati-wakil bupati dan gubernur.

Untuk diketahui, lima pasangan bupati-wabup yang dilantik hari ini merupakan pemimpin baru. Mereka terpilih dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu.

Siap Ubah TTU Lebih Baik

Kepada RakyatNTT.com, Bupati TTU David Juandi mengatakan ia bersama wakilnya siap mengubah TTU menjadi lebih baik. Menurutnya, desa harus menjadi tulang punggung pembangunan. Penataan pemerintahan desa dengan penyiapan SDM yang mumpuni adalah upaya untuk membangkitkan desa untuk menghasil produk sesuai potensi yang ada.

BACA JUGA: Ahmad Atang: Bupati dan Wabup Jangan “Cerai” karena Kepentingan

Sementara itu, Wakil Bupati Eusabius Binsasi mengatakan untuk mewujudkan pembangunan desa yang bebas dari pelanggaran hukum maka langkah awal yang dilakukan adalah menggelar audit terhadap pengelolaan dana desa yang dikelola 193 pemerintahan desa. “Kita perlu menata desa dengan anggaran yang dikelola secara baik, itu kita akan mulai dengan mengaudit semua desa yang ada selama ini pengelolaan dana desa seperti apa,” ungkapnya.

Selanjutnya, disiapkan tenaga ahli dengan SDM yang mumpuni. Pihaknya akan menghadirkan pendamping desa yang bisa membimbing kepala desa yang SDM-nya belum mampu mengelola anggaran yang cukub besar nilainya. “Kalau mungkin SDM kepala desa tidak terlalu kuat atau punya kemampuan untuk mengelola dana desa maka dia perlu untuk dibantu oleh tenaga yang ahli,” jelasnya.

(rnc04)

  • 497
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed