oleh

60 Tahun, Undana Terus Menata Diri

Oleh David Sir,S.Sos.,M.Hum
Pekerja Media, Tinggal di Kelurahan Oepura Kupang

TANGGAL 1 September 2022 Universitas Nusa Cendana (Undana) genap berusia 60 tahun, suatu usia yang tidak lagi dapat dikatakan muda ditinjau dari kehidupan manusia. Dari perkembangan satu-satunya universitas negeri tertua di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sekalipun usia memang menentukan perkembangan suatu perguruan tinggi, tapi upaya yang sungguh-sungguh dan terarah jauh lebih penting.

banner BI FAST

Undana memasuki usia 60 tahun di era disrupsi masih tetap eksis. Tapi yang pasti perjalanan Undana ke depan tidak semakin mudah. Undana harus terus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menjamin keberlangsungan masa depan bangsa dalam proses pembangunan nasional, regional dan daerah. Membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tidaklah mudah, penuh tantangan yang harus diatasi bersama melalui sinergi yang lebih kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam menghadapi era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berlangsung sangat cepat, Undana terus menata diri secara internal dan bersinergi yang baik dan kuat dengan pihak eksternal. Dengan demikian, era persaingan kemajuan teknologi tersebut bukan merupakan ancaman bagi Undana, khususnya para lulusannya, tapi merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. Undana harus membangun kerja sama yang kokoh dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai respon terhadap dinamika perubahan yang dinamis dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Capaian-capaian yang telah diraih Undana selama ini merefleksikan upaya yang sungguh-sungguh dan terarah yang dapat dilihat. Sebagai contoh, langkah percepatan Undana yang ditandai dengan pembuatan rencana jangka panjang atau roadmap Undana 2011-2025 mengandung makna sebagai arah, tujuan, corak dan percepatan perubahan untuk mewujudkan masa depan Undana yang diidealkan sesuai visi Undana sebagai universitas yang berorientasi global.

Sejak berdiri pada tahun 1962, Undana dalam kiprahnya sebagai salah satu perguruan tinggi besar di Indonesia, Undana telah berevolusi dan bermetamorfosa dari suatu perguruan tinggi regional menjadi perguruan tinggi nasional bahkan global. Unsur utama yang menjadi motor penggerak perkembangan dan pembangunan Undana adalah sumber daya manusia yang dimiliki, khususnya para pimpinan universitas, pascasarjana, fakultas, program studi, maupun lembaga-lembaga yang ada di Undana.

Baca Juga:  Lima Atlet BAPOMI NTT Sumbang Tujuh Medali pada POMNas XVII Padang

Sumber daya manusia merupakan asset utama Undana. Para pemimpin inilah yang telah meletakkan sendi-sendi penting yang menjadi dasar perkembangan Undana dan telah menjadi modal berharga bagi Undana dalam upaya peningkatan daya saing dan terus mempertahankan serta mengembangkan prestasi yang telah diraih di tengah persaingan yang semakin ketat.

Di antara dua Ketua Presidium dan delapan orang Rektor yang telah berjasa terhadap perkembangan dan kemajuan Undana, dua Rektor diantaranya mempunyai kontribusi yang lebih. Menurut pengamatan penulis, dua Rektor yang masuk ke dalam kategori khusus ini telah meninggalkan jejak keteladanan bagi para Rektor lainnya serta memberikan greget tersendiri dalam kancah evolusi perkembangan Undana diantaranya adalah Prof.Dr.Augustinus Benu,MS (Rektor Undana Periode 1996-2005) dan Prof.Ir.Frans Umbu Datta,M.App.Sc.,Ph.D (Rektor Undana Periode 2006-2013).
Era kepemimpinan Prof..Agus Benu, Guru Besar pertama pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undana, pada periode kepemimpinannya berada dalam kebijakan penataan sistem pendidikan tinggi yang dikenal dengan KPPT-JP III tahun 1996-2005 yang berorientasi pada sistem manajemen dengan pilar otonomi, akuntabilitas, akreditasi dan evaluasi.

Paradigma pengembangan pendidikan tinggi yang menganut model rencana induk pengembangan (RIP) dengan jangka waktu sepuluh tahun dirasakan oleh Undana kurang memadai lagi, karena kurang dapat merespon perubahan yang cepat akibat akselerasi perkembangan Iptek dan informasi. Dengan alasan itu, maka Undana dalam kepemimpinannya, menggunakan model Rencana Strategis (Renstra) dengan jangka waktu lima tahun dan dijabarkan dalam bentuk Rencana Kerja Tahunan.

Hasil kerja serta karya-karya beliau dalam dinamika perkembangan Undana yang paling menonjol adalah pemantapan bidang pendidikan dan pengajaran melalui efisiensi internal, akreditasi program baru serta Program Pascasarjana, juga kualifikasi dan kualitas tenaga dosen. Dalam bidang penelitian dengan pengembangan program payung penelitian sehingga arah dan tujuan penelitian semakin jelas relevansi dan manfaatnya yang selaras dengan kebutuhan pembangunan. Tentang pengabdian pada masyarakat, juga mengalami pembaharuan dengan dirumuskannya kebijakan pengembangan pengabdian pada masyarakat jangka menengah serta terbinanya kerja sama atau afiliasi dengan berbagai pihak/instansi di luar Undana.

Baca Juga:  Lima Atlet BAPOMI NTT Sumbang Tujuh Medali pada POMNas XVII Padang

Kualifikasi dan kualitas dosen pada tahun 1996, jumlah dosen yang bergelar S2 dan S3 sebanyak 213 orang (33,19%) dari jumlah 699 orang, dimana S2 berjumlah 213 orang (31,84%) dan S3 berjumlah 19 orang (1,35%). Pada tahun 2000, kualifikasi dosen berdasarkan jenjang Pendidikan, S2 dan S3 berjumlah 322 orang (43,63%) dan S3 berjumlah 41 orang (5,56%). Sedangkan sisanya 334 orang (45,26%) masih berpendidikan sarjana (S1).

Beberapa sukses yang dicatat tentang efisiensi internal dikukur melalui proporsi mahasiswa yang menyelesaikan studinya sesuai dengan waktu yang dipersyaratkan yaitu untuk program S1 sampai dengan lima tahun, sedangkan untuk D-III sampai dengan tiga tahun. Angka Efisiensi internal (AEI) Undana pada tahun1996 sebesar 0,17 % meningkat, meskipun kecil menjadi 0,18 pada tahun 2000. Sukses lain yang cukup menonjol adalah membuka kelas exstensen bagi tenaga kependidikan Undana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1.

Pada periode kepemimpinan Prof.Frans Umbu Datta (Guru Besar Fakultas Peternakan)) diwarnai berbagai peristiwa perubahan yang berpengaruh terhadap tema sentral kebijakan yang diawali dengan sosialisasi visi, “Undana Perguruan Tinggi Berwawasan Global” kepada warga Undana awal tahun 2006. Langkah penting yang telah dilakukan adalah memantapkan visi dan komitmen seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama membangun Undana mencapai visinya kedepan.

Banyak capaian yang telah diraih Undana, diantaranya jumlah komunitas Undana meliputi tenaga pendidik dan kependidikan serta mahasiswa pada tahun 2011 berjumlah 18.633 orang, komposisi 924:618:17.091. untuk komposisi jumlah tenaga pendidik yang bergelar Sarjana, Magister dan Doktor adalah 249:555:109.
Beberapa program strategis jangka panjang Undana telah dilakukan oleh Prof.Frans Umbu Datta pada periode pertama dan kedua untuk mendukung pemerintah daerah dan masyarakat NTT, dengan dibukanya fakultas kedokteran Undana adalah program Pendidikan calon dokter umum yang telah didirikan untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter yang berkomitmen melayani masyarakat NTT seumur hidupnya.

Baca Juga:  Lima Atlet BAPOMI NTT Sumbang Tujuh Medali pada POMNas XVII Padang

Hal yang paling menonjol dalam kepemimpinan Prof.Frans Umbu Datta atas kebijakannya, untuk tenaga kependidikan yang melanjutkan pendidikan sarjana (S1) di Undana dibebaskan dari biaya SPP dan yang melanjutkan ke program magister di Undana dikenakan 50% biaya SPP, sehingga sebagian tenaga kependidikan berijazah S1 dan S2, agar layanan administrasi lebih professional guna mendukung berbagai program di Undana. Selain itu, sertifikasi dosen juga menjadi isu yang mengemuka berkaitan dengan peningkatan profesionalitas dosen. Program sertifikasi diawali pada tahun 2008 untuk 63 orang dosen, kemudian meningkat masing-masing 113 dan 163 untuk dua tahun berikutnya, sehingga total dosen Undana tersertifikasi sampai dengan tahun 2010/2011 telah mencapai 339 orang atau 37,24 persen.

Peningkatan aktivitas kemahasiswaan juga terus mendapat perhatian,pimpinan Undana, agar mahasiswa sibuk dengan hal-hal positif demi peningkatan profesi akademik dan pengembangan jiwa kewirausahaan, sehingga cita-cita utama yang pertama dapat terwujud melalui mereka. Berbagai UKM diaktivasi untuk menampung semangat mahasiswa dalam berbagai bidang termasuk menambah soft skill mahasiswa terus dilakukan. Penyiapan sarana-sarana olahraga dan seni juga dalam pembenahan terus-menerus.
Hingga saat ini, jumlah mahasiswa Undana sampai dengan semester genap Juni 2022 dalam kepemimpinan Rektor sebelumnya, Prof.Ir.Fredrik.Lukas Benu,M.Si.,Ph.D dan Rektor baru Undana, DR.Drh, Maxs U.E.Sanam,M.Sc telah mencapai 33.084 orang. Ini adalah suatu perkembangan luar biasa yang kembali menggambarkan percepatan pengembangan Undana. Dengan jumlah demikian, Undana benar-benar merupakan suatu universitas besar tidak hanya pada tingkat nasional tapi juga pada tingkat internasional. (*)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed