oleh

DPRD Manggarai Soroti Tindakan Pemilik Toko Aneka

Iklan Covid Walikota Kupang

Ruteng, RNC – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai angkat bicara mengenai tindakan pemilik Toko Aneka Ruteng yang menjemur kopi di trotoar, di Jl. Wae Ces, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong. Para wakil rakyat menyayangkan tindakan tak terpuji yang dilakukan pengusaha tersebut dan meminta pemerintah untuk menindak tegas.

Kepada RakyatNTT.com, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Matias Masir mengatakan, tindakan pengusaha yang memanfaatkan tempat umum untuk kepentingan pribadi patut disesali. Apalagi tindakan tersebut dilakukan secara sengaja tanpa mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki.

Iklan Dimonium Air

“Saya mohon pemerintah panggil pengusaha yang bersangkutan untuk ditegur dan diberi sanksi supaya ke depan tidak terulang lagi,” kata Matias.

Politisi PAN itu juga meminta pemerintah agar mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menertibkan aktivitas oknum pengusaha yang tidak taat aturan.

“Bila perlu Satpol PP tertibkan. Termasuk ulah masyarakat yang tak taat aturan. Harus ditindak tegas,” tegasnya.

Sorotan juga datang dari anggota Fraksi Hanura, Tomas Edison Rihimone. Ia mengatakan, badan jalan dan trotoar itu harus digunakan untuk kepentingan umum. Tidak boleh ada masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut untuk kepentingan pribadi.

“Trotoar bukan tempat menjemur kopi dan segala macam. Itu melanggar aturan karena itu fasilitas umum,” jelas Edi.

Edi mengatakan, dalam waktu dekat ia akan memantau langsung aktivitas dari Toko Aneka, guna memastikan aktivitas toko tersebut sesuai dengan aturan.

“Saya mau cek di mana tempatnya. Saya mau ketemu dengan bosnya,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Golkar Manggarai Yoakim Y. Jehati mengatakan, pada prinsipnya pemerintah wajib menertibkan para pengusaha dan siapa saja yang melanggar aturan. Yoakim meminta pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan harus mampu menertibkan para pengusaha yang salah memanfaatkan areal trotoar.

“Bagi pengusaha juga harus taat asas dan jangan menjadi salah satu bagian dalam memperburuk wajah kota. Pengusaha harus menyiapkan lokasi sendiri jika ingin menjemur hasil bumi. Jangan jadi contoh buruk buat masyarakat,” tegas Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai itu.

Sebelumnya Senin (21/6/21), hasil pantauan media ini, di depan toko Aneka,di , nampak kopi yang dijemur rapih dan menutup seluruh badan jalan trotoar. Akibatnya pejalan kaki yang hendak lewat, harus melintas di badan jalan raya. (mg23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed