oleh

Kapolres TTU Pimpin Apel di Noemuti, Ini Pesan Direktif Kapolda NTT

Iklan Demokrat

Kefamenanu, RNC - Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, S.Ik, memimpin apel gabungan personil polsek yang masuk area zona 1 Polres TTU di Polsek Noemuti, Jumat (29/10/2026). Dalam arahannya, kapolres menyampaikan Direktif Kapolda NTT.

Melalui siaran pers yang diterima RakyatNTT.com dari Humas Polres TTU, disebutkan apel gabungan yang dimulai pukul 07.45 Wita hingga pukul 08.30 Wita itu bertempat di lapangan apel Polsek Noemuti. Polsek yang masuk area zona 1 Polres TTU yakni Polsek Noemuti, Polsek Miomaffo Timur dan Polsek Miomaffo Barat.

Iklan Dimonium Air

Peserta upacara yang hadir yakni tiga peleton dari Polsek Noemuti, Miotim dan Miobar dipimpin oleh Kapolsek masing-masing. Turut hadir Kabag Ops Polres TTU AKP Joni Simon, Kasat Lantas Polres TTU AKP Firamuddin S.H dan para Kapospol dari tiga Polsek yang ada.

Pada saat apel, Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, S.Ik memerintahkan Kasi Propam Polres TTU, Ipda Anyar Nenobais untuk membacakan derektif. Kapolres TTU kemudian memberikan pertanyaan kepada personil untuk mengulangi poin-poin yang telah disampaikan.

Adapun Direktif Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M. Hum yang dibacakan saat apel yakni Pedomani program presisi kapolri dalam setiap pelaksanaan tugas secara berkesinambungan jangan hanya program 100 hari.

Terus isi jam-jam pimpinan secara rutin dan berlanjut dengan pemahaman doktrin-doktrin Polri baik Tribrata sebagai pedoman hidup, Catur Prasetya sebagai pedoman kerja dan Sasanti Rastra Sewakottama dalam lambang Tribrata yang menegaskan bahwa Polri itu abdi utama dari nusa dan bangsa, sehingga etos kerja berorientasi sebagai abdi yang bermartabat, profesional dan humanis dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Tangani setiap persoalan secara yuridis, profesional dan proporsional dengan cara - cara humanis dan tanpa kekerasan baik verbal maupun fisik terhadap masyarakat bahkan kepada tersangka.

Baca Juga:  Tiga Kapolres di Polda NTT Diserahterimakan Hari Ini, Ini Daftarnya

Pahami bahwa saat ini dunia sudah tanpa batas selain kita hidup di dunia nyata (citizen) kita juga sudah hidup di dunia maya (netizen) yang tanpa sekat dan dengan mudah bisa di lihat oleh siapapun di belahan dunia ini, sehingga harus membuat Polri lebih berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakan baik secara pribadi apalagi kedinasan.

Selanjutnya, Polri hadir harus sebagai solusi bukan sebagai bagian masalah di masyarakat, hindari perilaku-perilaku arogan, menyakiti hati masyarakat apalagi terlibat langsung dalam setiap kesewenangan atau penyalah gunaan kewenangan terhadap masyarakat.

Polri semakin baik dalam giat pelayanan dan perlindungan masyarakat tentu pasti akan membuat terpaan angin dan cobaan semakin keras, untuk itu harus semakin berhati-hati dan menjaga polri dalam setiap bidang baik pembinaan maupun operasional di masyarakat.

Tingkatkan pelayanan masyarakat, tanggapi dengan baik setiap laporan, aduan dan keluhan masyarakat, ungkap dan tangani setiap kejahatan yang meresahkan itu adalah jawaban bagi masyarakat yang menginginkan polri sebagai pelayan dan pelindung masyarakat tidak hanya sebatas jargon semata.

Pegang teguh kode etik dan disiplin polri dalam perilaku anggota dan cegah/hindarkan dari pelanggaran etika, disiplin apalagi terlibat pidana, sehingga setiap anggota harus saling mengingatkan dan tugas, setiap komandan mulai dari tingkat unit terkecil sampai dengan kapolres dan pju untuk melakukan pengawasan dan pengendalian sejak dini untuk cegah dan hindari anggota terlibat dalam masalah baik pribadi maupun terhadap masyarakat.

Berikan penghargaan bagi anggota yang baik dalam jalankan tugasnya, berikan hukuman dan sangsi yang cepat, jelas dan tegas kepada anggota yang melanggar serta jelaskan bahwa pemberian sangsi justru bertujuan untuk menyelamatkan anggota dan organisasi Polri, apabila setelah disanksi tetap lakukan pelanggaran berat, maka PTDH adalah langkah terakhir yang harus dilakukan. Dan yang terakhir, Kapolda NTT mengingatkan agar dapat meningkatkan disiplin, dedikasi, loyalitas dan integritas serta spirit hirarki organisasi untuk menjaga Polri.

Baca Juga:  Survei Charta Politika, Polda NTT Masuk Peringkat 2 dari 34 Polda di Indonesia

Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, S.Ik dalam arahannya juga menyikapi pemberitaan yang viral di media sosial akhir-akhir ini yang menyoroti permasalahan oknum anggota Polri yang merusak citra Polri. Kapolres mencontohkan, adanya Kapolsek yang melakukan tindakan asusila terhadap anak pelaku kejahatan.

Selain itu, menekankankan agar anggota Polri tidak melakukan tindakan tindakan yang dapat merusak citra Polri. Apabila ada personil yang berprestasi, Kapolsek jangan sungkan menyampaikan nama untuk diberikan reward. “Berikan punismen atau sanksk kepada anggota yang melakukan tindakan pelanggaran,” tegasnya.

“Jika ditemukan adanya masyarakat yang melakukan tindakan atau pelanggaran seperti tidak menggunakan helm dalam berkendara jangan dikejar, jika di desa Bhabinkamtibmas dapat memberikan teguran kepada yang bersangkutan atau orang tuanya di rumah,” ujarnya.

Kepada anggota yang hadir saat apel saat itu, Kapolres menegaskan agar dapat mengingatkan kepada anggota yang tidak hadir lantaran sedang dinas jaga mako. Sampaikan kepada istri, anak, agar menggunakan media sosial dengan baik dan benar dan positif.

(rnc17)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed