oleh

Kisruh Asmara Asis dan Olga, Edi Rihi: Saya Saksi, Bukan Penjamin!

Iklan Covid Walikota Kupang

Ruteng, RNC – Thomas Edison Rihimone menanggapi keterlibatannya dalam kisruh asmara berujung pada kesepakatan denda adat antara pihak Plasidus Asis Deornay dan Maria Olga Jelimun. Edison disebut pihak Olga sebagai saksi sekaligus penjamin dari pihak Asis perihal pemenuhan janji atas sanksi adat yang telah disepakati. Belakangan Asis mengingkari janji dan kesepakatan itu.

Kepada RakyatNTT.com, Edison mengatakan, kehadiran pihak Olga di kantor DPRD Manggarai Rabu kemarin untuk bertemu dengannya, merupakan tindakan salah alamat. Sebab ia hanya sebagai saksi dalam kasus tersebut, bukan sebagai penjamin sebagaimana yang dituduhkan.

Iklan Dimonium Air

Sepengetahuan Politisi Partai Hanura itu, Asis Deornay dan Olga Jelimun memiliki hubungan. Asis juga sudah secara resmi pergi masuk minta (melamar) Olga. Namun ia tidak paham mengapa Asis kemudian memutuskan untuk mengembalikan Olga kepada keluarga atau ke orangtuanya.

“Karena mengembalikan Olga ke orangtua, disepakati ibu Olga “Molas kole” (Gadis Kembali) sehingga (Asis) wajib didenda adat,” ungkap politisi yang lebih disapa Edi Rihi itu.

Ia membenarkan kehadirannya saat acara kesepakatan itu. Ia hadir karena diberitahu Asis bahwa akan dibuatkan surat pernyataan. Dan menurutnya, di dalam isi surat pernyataan itu, yang memenuhi kualifikasi hukum yakni antara Olga dan Asis.

“Mereka salah alamat karena kedudukan saya pada waktu itu sebagai saksi yang menyatakan telah terjadi kesepakatan bersama. Kalau kemudian mereka menimpakan beban kepada saya, ya tidak fair karena saya hanya datang mewakili keluarganya pak Asis dalam bahasa Manggarai sebagai “Letang temba Laro Jaong” dan menyaksikan,” jelasnya.

“Mereka katakan saya penjamin itu pendapat mereka. Tapi saya tidak pernah mengeluarkan statement bahwa saya sebagai penjamin. Saya hanya hadir sebagai saksi,” sambungnya.
Edi Rihi menambahkan, keterlibatannya pada saat perjanjian itu hanya sebatas menyampaikan hal-hal yang disanggupi Asis.

“Pak Asis bilang mampu saya sampaikan ke mereka mampu. Pak Asis mengatakan tanggal segini, ya saya menyampaikan tanggal segitu,” katanya.

Soal ketidaksanggupan Asis membayar denda sesuai kesepakatan pada 15 Juni 2021, mengatakan, Edi menduga Asis merasa takut dan tidak berani ke Anam (bertemu keluarga Olga). Sebab sebelumnya ia mendapat perlakuan yang tidak baik. Selain itu, Asis juga belum punya uang sesusai dengan nilai yang disepakati.

“Dia (Asis) menelepon ibu Olga tanggal 14 Juni untuk sampaikan bahwa sampai tanggal 15 Juni itu dia belum mendapatkan uang,” jelasnya.

Menurut Edi, niat Asis itu baik karena tetap bersedia membayar denda, tetapi perlu diberi waktu yang cukup untuk mencari uang. “Apalagi dalam situasi pandemi begini, ya mencari uang bukan persoalan yang gampang,” tambahnya.

Edi Rihi juga menyesalkan pernyataan pihak Olga di media massa yang menyudutkannya dirinya sebagai anggota dewan. Karena ia hadir dalam urusan Asis dan Olga atas nama pribadi. Bukan atas nama lembaga DPRD. “Bahwa yang hadir ini pribadi seorang Edison Rihimone, begitu ya. Sehingga saya keberatan,” katanya.

Menurut politisi asal Satar Mese itu, pihak Olga tahu tempat tinggal Asis dan keluarganya. Untuk itu ia menyarakan agar pihak Olga langsung mendatangi Asis dan keluarganya. Bukan malah mencarinya di Kantor DPRD Manggarai atau mendatangi Kantor Bupati Manggarai.

“Saran saya ya mereka datangi pak Asis saja di Labuan Bajo, selesai. Mereka tahu kantornya, tempat tinggalnya. Kalau tidak ya lapor dia di polisi,” ujarnya.

Sebelumnya, Maria Olga Jelimun (33), warga Anam Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai mendatangi Kantor DPRD Manggarai, Rabu (16/6) pagi. Olga Jelimun datang bersama lebih dari 20 orang anggota keluarganya. Ia ingin menemui Thomas Edison Rihimone, anggota DPRD Manggarai Fraksi Partai Hanura. Edison disebut sebagai saksi sekaligus penjamin dalam kesepakatan denda adat antara pihak keluarga Olga Jelimun dan Plasidus Asis Deornay. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed