oleh

Menyatukan Kepingan Cerita Sejarah SMA Efata SoE yang Tercecer

Iklan Covid Walikota Kupang

SoE, RNC – Kepingan cerita sejarah berdirinya SMA Efata SoE di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bakal dibukukan. Hal ini sekaligus menandai berakhirnya perbedaan cerita yang ada selama ini mengenai sejarah sekolah.

Kamis (17/6/2021) bertempat di Aula SMA Efata SoE, tiga peneliti/penulis sejarah sekolah yakni Abiatar O. Kunu, Stefenson Banoet dan Nitanel I. Nokas memaparkan hasil penelitian dan penulisan buku berjudul ‘Dibalik Berdirinya SMA Efata SoE. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi juga menyaksikan pemaparan oleh peneliti sejarah SMA Efata SoE secara online.

Iklan Dimonium Air

Linus Lusi mengapresiasi penulisan buku tersebut. Menurutnya, buku tersebut harus menjadi spirit bagi kebangkitan pendidikan di NTT, khususnya di Kabupaten TTS.

Ia menilai, penulisan buku sejarah itu menjadi satu langkah maju yang dilakukan sekolah. Penulisan buku itupun dinilai dapat memberikan rekomendasi tentang perbaikan mutu pendidikan di sekolah-sekolah Kristen dan sekolah negeri di Kabupaten TTS.

“Dari kajian akademik, buku sejarah ini juga menjadi bagian dari gerakan guru menulis seribu buku yang akan di-launching pada hari ulang tahun NTT, 20 Desember nanti. Saya yakin SMA Efata SoE menyumbang dari sini,” kata Linus.

Menurutnya, karya yang akan dihasilkan ini sangat kompleks dan karena itu butuh masukan-masukan eksternal untuk menyempurnakannya.

“Penelitian dan penulisan buku ini sangat ilmiah, historis, teologis dan edukatif,” ujar Linus setelah mendengar paparan dari tiga orang penulis.

Sebagaimana dipaparkan oleh tiga peneliti, kehadiran SMA Efata tidak terlepas dari peristiwa pencurahan Roh Kudus pada 29 September 1965. Dari peristiwa itu, dibentuklah tim-tim pengabaran Injil untuk menyampaikan dan menyebarluaskan Injil Tuhan di seluruh wilayah Timor.

Kemudian para pendeta dan tokoh agama saat itu bersepakat untuk menghadirkan sebuah lembaga yang bisa memberikan bekal bagi orang-orang yang akan menyebarkan Injil.

Baca Juga:  Alasan PPKM, Bupati TTS Absen di Sidang Paripurna, tapi Hadiri Syukuran Hari Bhakti Adiyaksa

Lembaga itu kemudian disebut Lembaga Pekabaran Penginjilan (LPP). Seiring berjalannya waktu, LPP lalu diusulkan ke Departemen Agama dan statusnya dinaikkan menjadi Pendidikan Guru Agama (PGA). Inilah cikal bakal lahirnya SMA Efata SoE. Lokasi PGA itulah kemudian menjadi lokasi SMA Efata SoE saat ini.

Pada tahun 1993 SMA Efata SoE beralih stutus dari PGA menjadi lembaga pendidikan formal seperti saat ini. Perjalanan panjang dan perjuangan inilah yang dinilai penting untuk dibuat dalam sebuah naskah tertulis dan naskah itu dapat diakui dan diterima oleh semua orang.

Kepala SMA Efata SoE, Rovis Selan menjelaskan, penulisan sejarah sekolah merupakan pergumulan Yayasan Efata SoE dan pihak sekolah untuk menyatukan perjalanan sejarah yang selama ini hanya disampaikan secara lisan.

“Kalau cerita-cerita (sejarah sekolah) ada. Dari orang-orang yang tau cerita itu dan versinya banyak,” ujar Rovis.

Guna menyatukan cerita sejarah yang banyak versi itu, sekolah kemudian memilih dan menugaskan tiga orang guru, yakni satu orang guru dari SMA Efata SoE dan dua orang lainnya dari sekolah luar untuk meneliti dan menyatukan cerita sejarah itu dalam sebuah tulisan utuh.

Sebagai tindak lanjut dari penelitian itu, diadakan seminar dengar menghadirkan akademisi dari Universitas Nusa Cendana, jurusan Sejarah untuk membahas naskah itu. Hadir pula para pelaku sejarah ditingkat Kabupaten untuk mendengar dan memberikan masukan terkait sejarah perjalanan SMA Efata SoE.

“Kegiatan seperti ini yang kami harapkan untuk menghadirkan satu versi saja. Sehingga kami yang di dalam (sekolah, red) bisa menentukan sikap, ide dan pikiran kami,” jelasnya.

Penelitian penulisan buku sejarah SMA Efata SoE dengan narasumber para pelaku sejarah yang sampai saat ini masih ada dilakukan selama enam bulan. Setelah mendapatkan tanggapan dan masukkan, tim penulis akan menyempurnakan tulisan tersebut dan kemudian akan diseminarkan lagi sebelum dibukukan. (rnc21)

  • 157
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed