oleh

Acara Pesta di Kapan-TTS Langgar Prokes, Dihadiri Camat Mollo Utara

Iklan Covid Walikota Kupang

SoE, RNC – Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang semakin mengganas, ternyata masih saja ada orang yang tidak peduli dengan imbauan Pemerintah untuk menaati protokol kesehatan (prokes). Terbukti masih ada warga yang tetap menggelar pesta sehingga menimbulkan kerumunan massa.

Khusus di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pemda setempat telah mengeluarkan surat edaran nomor: PBPBD.01/365/VI/2021 tertanggal 25 Juni 2021. Surat tersebut mengatur tentang pemberlakuan PPKM Mikro di Kabupaten TTS yang berlaku mulai 25 Juni hingga 8 Juli 2021. Kendati demikian, ada warga yang nekat menggelar pesta sebagaimana hasil pantauan RakyatNTT.com di Kapan, Desa O’besi Kecamatan Mollo Utara, Minggu (4/7/2021).

Iklan Dimonium Air

Pantauan media ini, sampai sekitar pukul 22.00 WITA, masih banyak tamu undangan yang berada di bawah tenda acara sykuran pernikahan (balas gereja, red). Sebagian besar undangan tidak mengenakan masker. Bahkan mereka sudah tidak menjaga jarak saat duduk. Mereka juga asyik berdansa tanpa peduli dengan prokes.

Mirisnya, acara pesta tersebut juga dihadiri Camat Mollo Utara, Efraim Letik. Efraim yang semestinya menjadi contoh bagi masyarakat justru ikut membiarkan sebagian undangan tidak mengenakan masker, terlebih saat sedang berdansa.

Efraim Letik yang dikonfirmasi via telepon pada Senin (5/7/2021) malam, memberikan jawaban berbeda dengan kondisi di lapangan. Ia mengaku hadir dalam acara tersebut setelah doa syukuran.

“Kami tetangga jadi saya hadir. Saya hadir setelah syukuran,” kata Efraim.

Ia juga mengaku telah mengimbau undangan untuk menaati prokes dan acara pesta berlangsung sampai pukul 20.00 Wita.

Beta (saya) sonde (tidak) tau. Pokoknya jam 8 lewat itu beta su pulang,” ujar Efraim.

“Saya sudah ingatkan, kita boleh bersenang-senang tapi harus jaga kesehatan,” tambahnya.

Baca Juga:  Egy Usfunan: Kalau Langgar Prokes, Bupati Harus Tegur Camat Mollo Utara

Faktanya, sampai pukul 22.00 Wita, undangan masih ramai dan beliau masih ada saat itu. Bahkan sampai pukul 22.40 Wita, belum ada tanda-tanda acara pesta akan selesai. Beliau juga tidak menegur undangan ketika tidak mengenakan masker.

Sementara Kepala Desa O’besi, Gustaf Willa saat dikonfirmasi media ini mengaku tidak hadir dalam acara tersebut, sekalipun mendapat undangan.

“Saya juga diundang tapi tidak ikut karena sakit. Saya sudah imbau agar mereka taati protokol kesehatan,” kata Gustaf.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten TTS, Denny Nubatonis yang dimintai keterangan terkait acara tersebut, tidak merespon pertanyaan media ini meski sudah membaca pesan via WhatsApp. (rnc21)

  • 670
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed