Kupang, RNC - Warga perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, kembali mengeluhkan kondisi ruas jalan ke Matani. Pasalnya, jalan tersebut berlubang dan berlumpur. Lokasi itu tepatnya di Jalan Claret, Kelurahan Lasiana, berbatasan dengan Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang.
Pantauan RakyatNTT.com, Senin (24/1/2026), sejumlah pemuda bergotong - royong turun menimbun badan jalan yang berlubang dan berlumpur itu. Kondisi jalan yang rusak sepanjang 500 meter. Ruas jalan tersebut sangat ramai dilalui kendaraan.
Jembri Tosi, salah satu pemuda yang ditemui mengungkapkan, perbaikan ruas jalan ke arah Matani sudah dilakukan Pemkab Kupang, sepanjang 1,5 kilometer. Namun jalan masuk yang menghubungkan daerah Matani, yakni Jalan Claret, kondisinya rusak. “Setiap hari semakin parah. Kita warga timbun tanah putih saja, tetap rusak karena kendaraan banyak yang lewati,” sebut Jembri.
Ia berharap, Pemkot Kupang bersinergi dengan Pemkab Kupang, agar memperhatikan kepentingan umum itu. “Di sini, kami warga tidak ada batas walaupun tinggal di perbatasan. Kamis harap ada perhatian pemerintah soal jalan rusak ini,” imbuhnya.
David Taopan, salah satu pengendara bermotor yang dimintai komentarnya, mengatakan hal yang sama. Ia mengungkapkan, kondisi jalan berlubang tersebut tidak hanya mempersulit kendaraan melintas, namun membuat komponen alat kendaraannya sering rusak, bahkan sering terjadi kecelakaan saat hujan.
“Setiap Minggu, harus ganti laher roda. Kalau hujan, air pasti tergenang. Terkadang melintas tiba - tiba masuk lubang, dan ada yang celaka,” sebut David. Ia pun meminta Pemkot Kupang, agar turun ke lapangan melihat langsung kondisi jalan yang ada di batas wilayah tersebut. “Jalan ini kan masih masuk wilayah Kota Kupang, kalau bisa pemerintah perhatikanlah,” tandas David. (rnc04)














