oleh

Sebanyak 331 Kendaraan Terjaring Razia Gabungan Dishub Kota Kupang dan Satlantas 

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Sebanyak 331 kendaraan roda empat terjaring razia gabungan yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kupang dan Satlantas Polres Kupang Kota. Jumlah kendaraan yang terjaring tersebut merupakan hasil operasi yang digelar selama empat hari.

Sekretaris Dishub Kota Kupang, Jerry Adoe didampingi Kabid Darat Dishub Kota Kupang, Yohanes Resi Ojan, Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang LLAJR, Jordan Mandala, dan Kepala Seksi Lalulintas LLAJ , Andy Akbar, kepada wartawan di Kantor Dishub Kota Kupang, Rabu (30/6/2021) menjelaskan operasi yang digelar selama empat hari tersebut dalam rangka penertiban kendaraan, baik kendaraan angkutan orang maupun angkutan barang. Dengan demikian semua kendaraan dipastikan layak beroperasi sehingga keselamatan penumpang bisa terjamin.

Iklan Dimonium Air

“Operasi ini menyangkut semua surat kendaraan baik STNK, BPKB, dan yang lebih terfokus pada uji KIR (KEUR) atau uji kelayakan jalannya  kendaraan, dan izin trayek,” kata Jerry. Operasi ini menjadi kegiatan rutin yang tentu berdampak pada pendapatan Dishub Kota Kupang, khususnya di bagian KIR.

“Dalam operasi selama empat hari ini kendaraan yang  berhasil dijaring berjumlah 331 unit yang terdiri dari minibus sebanyak 82 unit, truk sebanyak 62 unit, pick up sebanyak 135 unit, mobil tangki 11 unit dan taxi sebanyak 11 unit,” sebut Jerry.

Dari operasi tersebut, paling banyak pelanggaran, yakni KIR-nya sudah habis masa berlaku sebanyak 190 unit, pelanggaran izin trayek sebanyak 23 unit dan tidak memiliki surat-surat sebanyak 95 unit. “Untuk tidak memiliki surat ini ada yang tidak membawa buku KIR atau surat lain seperti STNK atau BPKB,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Darat, Yohanes Resi Ojan mengatakan, kendaraan yang terjaring lebih banyak diberikan pembinaan. Mereka diarahkan untuk melakukan uji KIR di UPTD.

Baca Juga:  Tata Taman dan Boulevard di Kota Kupang, UPTD Taman Bentuk 2 Tim Kerja

“Jika dalam pembinaan mereka masih belum juga menindaklanjuti, maka pada operasi berikut dan temui  dengan kendaraan yang sama masih pada pelanggaran yang sama maka sanksi akhir adalah mendorongnya ke pengadilan. Dan jika masih ditemukan ketiga kali jalan satu-satunya yakni mencabut izin trayeknya. Ini yang akan kami terapkan ke depannya,” ujarnya. (rnc05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed