Maumere, RNC - Stefanus Gandi Institute (SGI) memberikan bantuan dana pengembangan teknologi pertanian bagi kelompok Moeda Tani Farm (MTF), Senin (24/1/2026). MTF merupakan salah satu kelompok petani milenial di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, yang selama ini mengembangkan sistem pertanian dengan menggunakan teknologi irigasi tetes (Drip Irrigation System) berbasis Smart Farming.
Bantuan dana sebesar Rp5.000.000 tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur SGI, Stefanus Gandi, S.Ab kepada Ketua MTF, Yance Maring, di lahan pertanian MTF di Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Usai meninjau lahan irigasi tetes dan berdiskusi dengan kelompok MTF, Stefanus mengungkapkan Sistem Irigasi Tetes Smart Farming yang diterapkan oleh MTF merupakan sebuah terobosan dan karya anak daerah yang tergolong langka. Oleh karena itu, perlu dimanfaatkan secara baik untuk perkembangan teknologi pertanian ke depannya nanti.
“Ini terobosan karya anak daerah yang saya pikir sangat langkah dengan konsep yang sangat brilian. Karena orang yang punya lompatan pikiran yang luar biasa itu ada di depan mata kita, jadi tinggal bagaimana kita bergandeng tangan bersama pemerintah daerah untuk betul-betul memanfaatkan sumber daya orang yang mempunyai kemampuan ini. Walaupun mereka belajar secara otodidak tapi ini luar biasa. Ini lompatan teknologi yang tidak bisa kita lihat sebelah mata,” terangnya.
Dikatakan Stefanus, tidak menutup kemungkinan bahwa pihaknya juga akan berkolaborasi dengan Yance Maring (MTF), yang merupakan pelaku pertanian kreatif berbasis aplikasi digital di Kabupaten Sikka. Sebab Yance memiliki banyak peluang, sehingga jikalau sistem irigasi tetes disebarkan di seluruh wilayah NTT, maka akan menjadi narasi yang positif untuk pertanian.
Untuk itu, dia pun berpesan kepada seluruh generasi muda yang mulai masuk dan merambah ke dunia pertanian, agar tak perlu minder dengan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. “Teknologi akan selalu berkembang terus, sehingga kita juga harus menjadi pemain di dalamnya. Kita semua generasi muda di NTT berharap ini adalah sampling yang baik dan contoh ke depannya, agar kita punya mimpi dan bisa berhasil,” tandasnya.
Stefanus juga mengharapkan Pemda Sikka dan Pemda kabupaten lainnya di NTT, agar dapat melihat hal ini sebagai suatu roh model untuk perkembangan teknologi pertanian ke depannya. “Masukan saya untuk Pemda Sikka dan Pemda lainnya se-NTT, coba perhatikanlah. Karena ini ada sekelompok anak muda yang punya pemikiran yang sangat luar biasa, kenapa tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sederhana saja, menggandeng, memberi ruang dan mensuport apa yang perlu. Saya pikir dengan hal ini, kelompok seperti ini bisa bergerak lebih masif,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MTF, Yance Maring, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada SGI yang telah memberikan bantuan untuk pihaknya. “Kami ucapkan terima kasih banyak kepada SGI. Ini pertemuan yang sangat singkat, karena baru kemarin kami bertemu tapi hari ini beliau sudah memberikan suport buat kami,” ujarnya.
Menurut Yance, pihaknya tak melihat besarnya nilai pemberian, namun lebih kepada bentuk apreasiasi dan dukungan yang diberikan SGI. “Terhadap apa yang diberikan oleh SGI, kami tidak melihat dari nilainya tapi dari bentuk apresiasinya. Ini luar biasa sekali, untuk mendorong kami agar menjadi lebih baik ke depannya nanti,” pungkasnya. (rnc24)










Komentar