oleh

Soal Bongkar Pasang Paket di Ngada, PDIP NTT Belum Terima Laporan Resmi

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Dari sembilan daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang melaksanakan Pilkada serentak, DPD PDIP NTT sudah mengusulkan calon di lima daerah. Yakni, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), Sumba Timur, Manggarai dan Manggarai Barat. Sedangkan empat daerah lainnya yakni Ngada, Sabu Raijua, Malaka dan Sumba Barat hingga kini belum ada calon yang diusulkan ke DPP.

BACA JUGA: Bawaslu Temukan Ribuan ASN Dukung Calon Perseorangan di Pilkada 2020

Khusus untuk Ngada, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP NTT, Cen Abubakar mengatakan, ada beberapa bakal calon yang datang mendaftar ke PDIP sudah dalam bentuk paket. Misalnya paket GUD-ATR (Gregorius Upi Dheo – Anis Tai Ruba) dan paket HOKI (Helmut Waso – Kornelis Soi). Namun, dari informasi yang mereka ikuti di media massa, paket-paket ini dikabarkan sudah bubar.

“Ada yang daftar dalam bentuk paket. Tapi dari informasi yang kami baca di media maupun percakapan lisan per telpon, paket-paket itu kelihatannya memang ada yang bubar,” sebut Cen saat diwawancara RakyatNTT.com, Selasa (14/7/2020).

Cen mengaku, informasi terkait bubarnya paket yang mendaftar ke PDIP belum ada laporan resmi secara tertulis dari DPC PDIP Kabupaten Ngada. Menurutnya, laporan resmi dari DPC sangat penting untuk dijadikan pertanggungjawaban saat DPD PDIP NTT mengusulkan calon ke DPP. “Mereka daftar baik-baik. Semua berkas administrasi, sudah mereka masukkan ketika mendaftar. Tapi kemudian fakta di lapangan terjadi seperti ini (paket bubar, red), maka kami minta DPC untuk buat laporan secara resmi, meskipun sudah ada laporan verbal,” jelasnya.

Cen menambahkan, dalam penentuan calon, PDIP mengandalkan hasil survei. Di beberapa daerah, pelaksanaan survei bahkan direncanakan sampai tiga kali. Dan semuanya dibiayai oleh partai. “Semua kabupaten sudah dua kali survei. Setelah dua kali survei, ada daerah yang kami anggap cukup. Tapi ada daerah tertentu, perlu dilakukan survei ketiga,” katanya.
Menurut Cen, pada Pilkada serentak kali ini, PDIP tidak membangun koalisi permanen secara nasional dengan partai-partai tertentu. Sebaliknya, PDIP terbuka untuk membangun koalisi dengan semua partai. “Di Belu, kami dengan Demokrat. Di Sumba Timur, kami dengan Nasdem dan Hanura. Di daerah tertentu, kami koalisi dengan partai-partai Islam,” terang dia.

“Bahkan di Sabu Raijua, kami sebenarnya bisa ajukan paket sendiri. Tapi kami tetap bangun komunikasi dengan partai lain,” ungkapnya.

BACA JUGA: PDIP Belum Putuskan Calon di Ngada, Paket Hoki Terancam Bubar

Untuk diketahui, PDIP mengusung paket Willybrodus Lay dan J. T. Ose Luan (incumbent) di Belu. Di TTU, PDIP mengusung kadernya sendiri yakni Frengky Saunoah yang berpasangan dengan Amandus Nahas. Di Sumba Timur, PDIP mengusung Kristofel A. Praing dan David Melo Wadu. Di Manggarai Barat, PDIP menjatuhkan pilihan kepada Maria Geong dan Silverius Syukur. Sedangkan di Manggarai, PDIP mengusung Hery Nabit dan Heri Ngabut. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed