oleh

Pilkada Ngada Memanas, PKB Diisukan Dukung PS-GUD, Ini Tanggapan Raymundus Bena

Kupang, RNC – Suhu politik di Kabupaten Ngada jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 kian memanas. Bongkar pasang paket yang sebelumnya hanya kabar angin, ternyata benar terjadi. Paket GUD-ATR (Gregorius Upi Dheo – Anis Tai Ruba) yang cukup lama jalan bersama, akhirnya bubar di tengah jalan. GUD kemudian memilih jadi bakal calon wakil bupati mendampingi bakal calon bupati incumbent, Paulus Soliwoa (PS).

Tidak lama setelah GUD-ATR bubar, isu yang sama juga menerpa Paket HOKI (Helmut Waso – Kornelis Soi). Meski belum ada keputusan resmi, Helmut Waso dikabarkan akan berpasangan dengan ATR. Bahkan keduanya telah melakukan foto bersama untuk keperluan pembuatan alat peraga kampanye.

Terbaru, kabar tak sedap menerpa Paket AP-RB (Andreas Paru-Raymundus Bena). Meski sudah mengantongi SK (Surat Keputusan) dari Partai Golkar, AP-RB dikabarkan sulit mendapatkan tiket menuju Pilkada Ngada. Pasalnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut-sebut sudah mengarahkan dukungan kepada Paket PS-GUD.

Senin (20/7/2020), RakyatNTT.com mewawancarai Raymundus Bena yang juga politisi PKB via sambungan selular untuk memastikan kebenaran isu tersebut. Raymundus mengatakan, isu tak sedap yang dimainkan oleh oknum tertentu dengan tujuan untuk menggiring opini publik, memang kerap menerpa Paket AP-RB. Namun, AP-RB dapat menangkal itu semua dengan fakta yang tak terbantahkan.

Raymundus mencontohkan, dulu saat baliho AP-RB belum dipasang, beredar kabar yang menyebutkan bahwa paket AP-RB sudah bubar. AP disebut kembali ke Papua dan RB sudah menerima pinangan dari orang lain. “Setelah tim turun pasang baliho, baru masyarakat tahu kalau isu itu bohong,” sebut anggota DPRD Ngada tiga periode ini.

Selain dikabarkan bubar, Raymundus mengaku, AP yang adalah Ketua DPD II Golkar Ngada juga pernah diisukan tidak akan mendapat dukungan dari Golkar. Faktanya, AP-RB sudah mengantongi SK dari Golkar. “Saya tahu betul proses di Golkar mulai dari tingkat bawah. Kami mendaftar di Golkar, kemudian diundang ke Labuan Bajo, diundang ke Kupang, terakhir diundang ke Jakarta. Proses ini tidak pernah diikuti oleh si pembuat isu,” terang Raimundus.

Secara politik, lanjut Raymundus, semua isu yang berujung pada sebuah kebohongan,  justru menguntungkan AP-RB. Sebab, setelah masyarakat menyadari bahwa isu itu hanyalah sebuah pembodohan publik, mereka akan mendapat pembelajaran untuk tidak serta merta mempercayai setiap informasi. Sejalan dengannya, mereka akan ikut mengkampanyekan AP-RB. “Sejak pagi tadi saya mendapat puluhan pesan lewat SMS dan WA tentang isu ini (PKB dukung PS-GUD, red). Saya himbau kepada tim serta simpatisan AP-RB untuk cross check kebenaran dari isu itu,” katanya.

“Saya juga menyadari bahwa ini adalah era keterbukaan informasi publik, dimana semua orang bebas berekspersi. Tapi melontarkan sebuah isu yang tidak benar sama halnya dengan memberikan pembelajaran yang tidak bagus kepada masyarakat,” sambung dia.

Di akhir wawancara dengannya, Raymundus yakin SK dari DPP PKB akan diberikan kepada Paket AP-RB. Sebab tidak semua partai melangkahi proses dan tidak semua partai mengarahkan dukungan hanya karena ada yang membayar mahal. “Dalam organisasi, perbedaan pendapat di tingkat bawah itu wajar. Bisa saja ada yang kurang simpati dengan saya. Tapi semua kita pasti akan bersatu kalau sudah ada keputusan dari struktur partai di tingkat atas,” ungkapnya. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed