oleh

Baguna DPD PDIP NTT Terbentuk, Siap Tanggulangi Bencana di NTT

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi NTT membentuk Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). Pelantikan relawan bencana itu dilakukan di Aula Cendana Hotel Sotis Kupang, Senin (15/11/2021) siang.

Pantauan RakyatNTT.com, hadir Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP, dr. Ribka Tjiptaning, Ketua DPD PDIP NTT, Emeliia Nomleni, Sekretaris DPD PDIP Yunus Takandewa, Kepala BKBN NTT, Marianus Mau Kuru, Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, Agung Sudiono Abadi, Kepala Basarnas Kupang, Emi Freezer, Kepala BPBD NTT, Ambrosius Kodo, Ketua DPC PDIP Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, dan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kupang, Deasy Ballo Foeh.

Iklan Dimonium Air

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDIP, dr. Ribka Tjiptaning mengatakan, pembentukan Baguna bertujuan untuk membantu PDIP NTT melayani masyarakat saat bencana terjadi. Setelah pembentukan pengurus Baguna, lanjut dr. Ribka, PDIP NTT harus membuat pelatihan agar para anggota Baguna bisa kerjasama dan terarah dalam melakukan penanggulangan bencana.

“Sekarang La Nina atau curah hujan tinggi sehingga DPP PDIP membuat surat kepada seluruh DPD PDIP di Indonesia untuk membentuk Baguna yang nanti bertugas dalam membantu pemerintah maupun masyarakat untuk penanggulangan bencana,” katanya.

Ia meminta para anggota Baguna tidak berpikir soal calon legislatif atau kerja politik saja, namun mesti juga fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jangan pikir caleg dulu, tetapi kerja, dan fokus bantu masyarakat dulu. Jika masyarakat sudah merasakan hasil kerja Baguna, maka mereka tidak mungkin lupa. Sudah terbukti banyak anggota Baguna yang terpilih menjadi anggota DPR,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTT, Emelia Nomleni mengatakan saat ini persoalan bencana yang terjadi di NTT diakibatkan karena belum siapnya warga atas bencana yang dialami. Perlu diketahui yang sedang dan akan melanda NTT yakni mulai dari bencana alam, bencana sosial, hingga bencana kesehatan. Oleh karena itu, perlu mitigasi bencana sejak dini agar mencegah adanya korban yang berjatuhan.

Baca Juga:  Kota Kupang Rawan Tsunami, BMKG Susun Rencana Kedaruratan

“Syukur di bulan Oktober dan November sudah ada hujan, sehingga tidak terjadi bencana kekeringan. Hanya saja bencana Seroja yang terjadi beberapa waktu lalu itu masih meninggalkan trauma besar bagi masyarakat NTT. Oleh karena itu, perlu ada mitigasi bencana supaya meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana, ” ujarnya.

Oleh karena itu, hadirnya Baguna di NTT adalah sebagai bentuk supporting mitigasi bencana, di mana bisa bergerak dari jejaring sosial sehingga bisa menambah wawasan masyarakat tentang perbencanaan, serta ikut terlibat dengan pemerintah untuk menjalankan perang penanggulangan kebencanaan. Baguna sendiri terdiri dari simpatisan maupun relawan yang berasal dari DPC PDIP kota Kupang, dan DPC PDIP Kabupaten Kupang yang sudah siap untuk mengabdikan diri bagi masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Emi menyampaikan, dari seluruh Partai Politik hanya PDIP-lah yang memiliki badan khusus yang berfungsi menjalankan peran penyelamatan atas berbagai bencana. Pasalnya, letak NTT secara geografis juga memiliki potensi yang besar terhadap berbagai bencana yang akan terjadi.

“Selain banjir bandang, dan tanah longsor atau bencana alam lainnya, kami mengalami bencana dalam bidang kesehatan juga. Mari kita bergandeng tangan untuk berbagi sepotong roti yang kita punya kepada sesama, ” ujarnya.

(rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed