oleh

1.000 Hektar Jagung di Nagekeo Diserang Hama Ulat Tentara

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – Tanaman jagung milik petani di Kabupaten Nagekeo diserang hama ulat grayak. Hal ini membuat petani terancam merugi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Oliva Monika Mogi, SP saat ditemui RakyatNTT.com, Rabu (6/1/2021) menjelaskan ulat grayak (Spodoptera exigua dan S. litura) dikenal sebagai ulat perusak tanaman jagung.

Iklan Dimonium Air

Dia menjelaskan, hama ulat yang lazim disebut ulat tentara ini merupakan jenis baru yang nama ilmiahnya adalah Spidoptera Frugiperda.

“Hama ulat tentara ini sangat berbahaya karena serangannya pada titik tumbuh jagung. Untuk pengendaliannya dengan menggunakan insektisida bahan aktif atau carbofuradan dengan meletakkan beberapa butir di dua-tiga titik tumbuh dan mampu meredam kerusakan pada tanaman jagung,” ujarnya.

BACA JUGA: Ribuan Ekor Babi di Nagekeo Mati akibat Virus ASF

Ia mengatakan, kondisi ini harus segera ditangani sehingga tingkat serangan ulat ini bisa ditekan penyebarannya. “Kami coba merekomendasikan cara penanggulangan hama ulat ini harus menggunakan obat-obatan seperti insektisida Al. Siklon 5,7 WG, emazo 75 ec, Cloromite dan beberapa aplikasi lapangan yang didampingi PPL,” kata Oliva.

Ia menambahkan bahwa ada 23 desa di setiap kecamatan di Kabupaten Nagekeo yang terserang hama ulat grayak dengan total jumlah luas lahan 1.020,63 Ha.

“Ada 5 kecamatan yakni Kecamatan Boawae, Aesesa Selatan, Aesesa, Wolowae dan Nangaroro yang terserang hama ulat grayak,” sebut Oliva.

Dari laporan yang masuk hingga 2021 ini tercatat 1.020,63 hektar lahan tanaman jagung di 5 kecamatan yang diserang oleh hama ulat tersebut. Rinciannya Kecamatan Boawae seluas 134,34 hektar, Kecamatan Aesesa Selatan 36,51 hektar, Aesesa 531,28 hektar, Wolowae 316 hektar dan Nangaroro 2,5 hektar. Namun saat ini serangan ulat tersebut sudah meluas di hampir semua kecamatan, terutama yang ada tanaman jagungnya. (rnc15)

  • 262
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed