oleh

Bertemu Komunitas Tani Ternak GMIT, Gubernur NTT Minta Hilangkan Mental Block

Kupang, RNC – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mendapat kunjungan sejumlah pendeta dan diaken yang tergabung dalam Komunitas Tani Ternak Sejahtera GMIT, Jumat (31/3/2023) di Gedung Sasando.

Komunitas Tani Ternak Sejahtera GMIT ini dipimpin oleh Pdt. Jefry Watileo. Hadir pula anggota-anggotanya antara lain Pdt. Vensen Siar, Pdt. Jehezkiel Pinat yang adalah Ketua Majelis Klasis Fatuleu Timur, Pdt. Erik Maufa yang juga Ketua Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Noekasmuti Klasis Amarasi Barat, Pdt. Viktor Toto yang juga sebagai Ketua Majelis Jemaat GMIT Efrata Siumate Klasis Fatuleu Barat, Pdt. Boy Nggaluama yang juga adalah Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Oeteta Klasis Sulamu, dan Diaken GMIT Jemaat Benyamin Oebufu Ivan Rondo.

Pada kesempatan itu, gubernur mengatakan semua pihak harus bekerja keras untuk mengelola semua potensi di NTT, khususnya yang ada di Pulau Timor ini agar masyarakat di pulau ini dapat segera keluar dari berbagai belenggu kemiskinan. “Nah itu juga menjadi bagian utama dari tanggung jawab besar yang diemban oleh Komunitas Tani Ternak Sejahtera GMIT,” kata gubernur.

Ia mengatakan belum semua pihak terpanggil untuk bekerja sungguh-sungguh memajukan daerah ini. Namun satu dua orang sudah memulai dengan kerja-kerja inovatif dan kolaboratif walaupun masing-masing dengan ego dan kepentingannya masing-masing. Oleh karena itu, mental block bisa diubah. “Dengan terbentuknya kelompok kecil ini yang dipelopori oleh beberapa pendeta, pengusaha dan jemaat GMIT yang konsen dengan pemberdayaan dan kemandirian ekonomi jemaat harus menjadi kelompok yang cerdas dan militan,” ujar Gubernur Laiskodat.

Ia juga mengatakan persoalan terbesar di NTT adalah mental block masyarakat yang harus cepat diubah. Oleh karena itu pekerjaan untuk mengajarkan dan mencerdaskan masyarakat NTT dibutuhkan kerja keras yang kolaboratif. Dan untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan energi yang besar dan butuh sebuah proses yang besar.

Baca Juga:  Melki Laka Lena Tinjau Persawahan Waikomo di Lembata, Petani Keluhkan Ketersediaan Pupuk dan Alsintan

Setiap anggota yang terlibat dalam Komunitas Tani Ternak Sejahtera GMIT harus memiliki kecerdasan, keberanian dan kepedulian yang tinggi untuk bekerja dengan siapa saja, tidak saja dengan pemerintah, tetapi dengan semua yang merasa terpanggil dan bertanggung jawab penuh menjadi mandataris Allah.

Ia berharap komunitas ini tidak sekadar nama, dengan sejumlah konsep yang bagus, tetapi lebih dari itu, komunitas ini harus punya intelektualitas yang tinggi, berani untuk melaksanakan setiap program kerjanya, dan harus punya kepedulian tinggi untuk menolong sesama yang memang benar-benar harus ditolong. “Ingatlah bahwa misi Yesus datang ke dunia ini adalah menyelamatkan seluruh isi dunia ini, misi Damai Sejahtera yang diproklamirkan oleh Tuhan Yesus saat Ia datang dan saat Ia kembali ke Rumah Bapanya, yaitu Damai Sejahtera harus menjadi aganda utama dari komunitas ini untuk diwujudkan melalui kerja kolaborasi,” kata politisi Partai NasDem.

Ia berharap pemerintah dan gereja harus bisa bekerja keras dan bekerja sama untuk bisa mengubah mental block dari setiap masyarakat. Karena tugas menjadi Juruselamat juga menjadi tugas semua pihak agar damai sejahtera memenuhi dunia ini, termasuk di Pulau Timor ini. “Saya berani sampaikan ini, karena memang saya sering tidur di desa-desa, dan mau menyatu dengan mereka, nah inilah kecerdasan, kepedulian, dan keberanian yang harus kita bangun bersama dalam bekerja keras, agar pulau ini cepat maju,” kata Gubernur Laiskodat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Tani Ternak Sejahtera GMIT, Pdt. Jefry Watileo mengatakan komunitas yang dibentuk ini bertujuan dapat bekerja sama dalam semangat kolaborasi dengan siapa saja termasuk dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Soal program TJPS yang kami rasakan dampaknya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Muara dari TJPS ini memang sangat berarti untuk masyarakat menjadi sejahtera. Oleh sebab itu, apa yang ingin kami bawa ini adalah dalam satu misi yang sama adalah dengan nama Tanam Jagung Panen Sejahtera,” ungkat Pdt. Watileo yang juga adalah Sekretaris Badan Pemberdayaan Ekonomi dan Pengembangan Aset Sinode GMIT.

Baca Juga:  Kunjungi Kantor Media, Cagub NTT Ansy Lema Bicara Pilkada Bermartabat dan Beradab

Turut hadir pada kesempatan itu Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Umbu Wanda dan Kasubag Tata Usaha Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Layla Boelan. (*/hms/rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *