oleh

Bursa Wabup Ende, Parpol Koalisi Lakukan Voting tanpa Golkar

Iklan Covid Walikota Kupang

Ende, RNC – Proses penetapan nama Wakil Bupati Ende makin mengerucut. Partai koalisi pendukung pasangan Marsel-Djafar menggelar pertemuan untuk menentukan siapa yang bakal menduduki jabatan Wakil Bupati Ende.

Pertemuan dilakukan di Hotel Lancar, Jalan Melati, Ende, Senin (1/3/2021) kemarin. Pertemuan ini dihadiri pimpinan parpol koalisi, yakni Golkar, PDIP, PKB, PKS, PKPI, Demokrat, dan Nasdem.

Iklan Dimonium Air

Pertemuan berlangsung alot. Namun akhirnya mengerucutkan tiga nama menjadi tinggal dua nama yang akan diproses lebih lanjut. Tiga nama yang dibahas antara lain Hery Wadhi, Dominikus Minggu Mere dan Erick Rede.

Pertemuan sebelumnya tidak menuai hasil. Akhirnya dilakukan voting. Dalam proses voting ini tidak diikuti oleh perwakilan Partai Golkar. Tinggal 6 parpol koalisi. Golkar sendiri memilih tidak terlibat dalam proses voting dan bersikukuh pada keputusan DPP Golkar tertanggal 10 September 2020 yang mengusung dua nama, yakni Hery Wadhi dan dr. Dominikus Mere.

Juru bicara koalisi, Abdul Kadir Mosa Basa, usai pertemuan koalisi mengatakan berdasarkan pembahasan dan hasil voting terpilih hanya dua nama, yakni Erikos E. Rede dan Dominikus M. Mere.

Menurutnya, enam parpol koalisi tidak bisa disandra oleh Partai Golkar. “Kita berbeda tetapi kita tetap satu dalam koalisi,” ungkap Kadir.

Kadir menambahkan, sesuai amanat Undang–undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), maka diusulkan dua nama untuk diproses. “Kami tidak bisa mempertahankan dengan usulan Golkar dengan dua nama tersebut, sehingga proses penentuan nama tersebut dilakukan dengan cara voting. Jika Golkar bijak melihat perkembangan dan situasi tersebut, maka voting tidak perlu dilakukan,” ungkap Kadir Mosa Basa.

Ia menambahkan, soal diterima atau tidak oleh Golkar, sudah menjadi keputusan koalisi. Jika di kemudian hari Partai Golkar menempuh jalur hukum, itu adalah haknya. Koalisi memberikan waktu sampai 13 Maret untuk kedua kandidat melengkapi administrasi. Setelah itu akan dilakukan fit and proper test terhadap dua calon wakil tersebut.

Menurutnya, fit and proper test itu penting dilakukan agar orang yang terpilih benar-benar mampu menjalankan tugasnya sebagai wakil bupati dalam mengurus dan mengelola birokrasi bersama bupati menjalankan visi-misi MJ jilid dua,” jelas Kadir.

BACA JUGA: Bupati Ende Umumkan Dirinya Positif Covid-19

Sementara itu, salah satu calon wakil bupati, Hery Wadhi saat dikonfirmasi menjelaskan sesuai SK DPP tertanggal 10 September 2020, DPD Golkar Ende telah secara resmi bersurat kepada koalisi, DPRD dan Bupati mengenai dua nama yang diusung Golkar. Sedangkan terkait voting yang dilakukan parpol koalisi, Golkar tidak berpendapat dan tidak bertanggung jawab. “Saya sempat mengusulkan agar tanggal 13 itu sebaiknya mengundang tiga kandidat dan melakukan pembicaraan secara internal, sehingga bisa mendapatkan kesepakatan dan dituangkan dalam notulen tapi rupanya tidak dipertimbangkan,” kata Hery.

“Mengenai hasil pertemuan koalisi kemarin tetap akan disampaikan ke partai secara hirarki ke yang lebih tinggi,” tambah Hery. (rnc16)

  • 40
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed