oleh

Listrik Belum Nyala, Warga Buka Jasa Charge HP dan Laptop Pakai Genset

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Pasca badai Seroja menyerang Kota Kupang dan sekitarnya, listrik di Kota Kupang dan sebagian Kabupaten Kupang belum menyala. Warga pun hanya mengandalkan penerangan dari genset. Itu pun jumlahnya sangat terbatas.

Memanfaatkan kesempatan, ada warga yang mencoba membuka usaha baru, yakni jasa charge handphone, laptop dan alat-alat elektronik lainnya. Pantauan RakyatNTT.com, usaha dadakan ini cukup laris manis.

Iklan Dimonium Air

Sekali charge sampai full biayanya hanya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per satu unit alat elektronik. Salah satu warga penyedia jasa charging di Penfui Timur, Anjas Lobo mengatakan usaha ini hanya sementara dan merupakan alternatif ketika listrik dari PLN belum menyala. Warga sekitar juga sangat kesulitan, sehingga ia pun menyiapkan genset untuk melayani warga sekitar.

BACA JUGA: FOTO: Rujab Wali Kota Kupang dan Kantor Gubernur Terdampak Badai Seroja

Usaha tersebut, menurutnya cukup menguntungkan. Ia hanya bermodalkan genset dan bahan bakar. Dalam sehari puluhan warga yang men-charge alat elektronik. “Ini paling BBM harus beli lagi, tapi untung juga tidak banyak karena kalau banyak saudara yang datang cas yah hiburan makanya ada siap kopi sedikit-sedikit,” ungkapnya.

Anjas juga mengatakan ia hanya berniat membantu warga sekitar agar memudahkan pekerjaan mereka. Apalagi, saat ini anak-anak sekolah, mahasiswa hingga pekerja kantoran hanya mengandalkan handphone untuk bekerja. Selain itu, masyarakat juga membutuhkan handphone yang selalu aktif untuk berkomunikasi dengan keluarga pascabencana.

“Yah paling banyak yang cas itu HP dan laptop. Ada senter juga. Kita saling membantu saja, kemudian ada hiburan lah biar jangan sepi,” kata Anjas.

Salah satu pelanggan, Yos Reri mengatakan usaha ini sangat membantu warga sekitar untuk bisa terhubung dengan sanak saudara saat pascabencana. “Kami
membutuhkan ini karena untuk bisa terhubung dengan keluarga, kemudian untuk kebutuhan kantor juga karena ada laptop,” ungkapnya.

Ia berharap listrik di Kota Kupang dan sekitarnya bisa segera menyala sehingga aktivitas masyarakat bisa normal kembali. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed