oleh

Putusan Bebas Jonas Salean dalam Bayang-bayang Kekalahan JPU dalam Kasus Lahan Toro Lema

Iklan Demokrat

Oleh Egidius Sadipun, SH
Advokat Anggota TPDI

PUTUSAN bebas secara beruntun oleh Hakim Tipikor pada Pengadilan  Negeri Kupang terhadap beberpa terdakwa kasus korupsi (Jonas Salean, Ali Antonius, Frans Harun dan Zulkarnain Djudje), sebenarnya kasus kecil dibuat besar atau dibesar-besarkan oleh Kajati NTT Yulianto, meski tanda-tanda kegagalan sudah nampak di depan mata.

Iklan Dimonium Air

Kekalahan mendakwa Terdakwa melakukan korupsi meskipun belum final, namun ini merupakan tamparan keras terhadap wajah Kejaksaan Tinggi NTT sekaligus wajah Dr. Yulianto selaku Kajati NTT.

Putusan ini memperlihatkan betapa Kajati NTT Yulianto, gegabah, ambisius tanpa perhitungan yang cermat karena hanya ingin mencitrakan diri sebagai Jaksa yang hebat, berani menabrak nama-nama besar ternyata semuanya nihil tidak terbukti.

BACA JUGA: Hakim Dissenting Opinion, Jonas Salean Divonis Bebas, Jaksa Kasasi

Karena itu Kajati NTT Yulianto harus bertanggung jawab, baik dalam jabatannya maupun selaku pribadi untuk memulihkan harkat, martabat dan kerugian Advokat Ali Antonius, Saksi Frans Harun, Zulkarnain Djudje dan Terdakwa Jonas Salean, dalam perkara berbeda.

Bahkan jika nanti putusan akhir Majelis Hakim Agung menguatkan putusan Hakim Tipikor, dimana tuduhan JPU tidak terbukti, maka Dr. Yulianto dapat dituntut korupsi karena gagal mengembalikan kerugian negara, apalagi negara sudah keluar biaya besar untuk mengusut perkara korupsi ini.

Putusan bebas Terdakwa Jonas Salean akan menjadi pelajaran penting bagi Jaksa-Jaksa muda di NTT untuk tidak mengikuti pola penyidikan model Yulianto, karena Yulianto diduga hanya mengejar citra diri dan memanipulasi diri sebagai Jaksa hebat demi mengejar jabatan dan mabuk pujian lalu abaikan profesionalisme dan adat ketimuran dalam bertindak.

Karena itu Jaksa Agung sebaiknya memberikan sanksi administratif berupa copot jabatan Kajati NTT Yulianto dan kembalikan ke Jakarta untuk belajar lebih banyak lagi tentang profesionalisme penyidikan dan penuntutan atau tetap di NTT tetapi tanpa jabatan apapun. (*)

Baca Juga:  Koruptor Gaji ASN Sumba Timur Siap Diadili, 5 Tersangka Dititip di Kupang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed