oleh

RSUD SK Lerik Total Tangani Jenazah Covid-19 Asal Malaka

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Kupang, RNC – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah SK Lerik Kota Kupang menepis isu bahwa RSUD SK Lerik terlambat dalam proses penanganan jenazah pasien Covid-19 asal Malaka.

Kepada RakyatNTT.com, Rabu (3/32021) malam, Direktris RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek mengatakan pasien asal Malaka itu adalah pasien rujukan RS Leona Kupang.

Iklan Dimonium Air

Pasien tersebut dirawat sesuai penanganan Covid-19 hingga meninggal sekira pukul 00.45 Wita dini hari tadi. Pihak manajemen pun langsung menghubungi Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kupang agar menerima untuk melakukan pemakaman.

Marsiana mengatakan, seluruh perawat dan dokter telah melakukan tugasnya sebagai bagian dalam penanganan pasien Covid-19. Hal itu dilakukan secara tulus dan baik bagi pasien yang dirujuk dengan kondisi kritis itu.

“Dirujuk sudah dalam kondisi kritis. Nah, kemudian sampai di kita yah kita berusaha menolong untuk menyelamatkan pasien ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Jenazah Covid-19 Asal Malaka Dibiarkan Telantar hingga 11 Jam di RSUD SK Lerik

Ia menjelaskan, ketika pasien tersebut meninggal, pihak manajemen menghubungi Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kupang pada pukul 01.00 dini hari, sembari mengurus jenazah sesuai SOP. Namun, sebelum tiba Satgas menyampaikan bahwa jenazah asal Malaka itu menjadi kewajiban Provinsi NTT.

“Kita juga sudah menghubungi Gugus Tugas Kota, dan Gugus juga sementara mengubur jenazah yang sama juga. Begitu mereka mau bergeser, tidak tahu info dari mana mereka bilang ini warga dari luar Kota Kupang, sehingga jadi kewenangannya Satgas Provinsi, ini miss-nya di situ,” jelas Marsiana.

Ia juga mengatakan, Satgas Covid-19 Kota Kupang baru mengkonfirmasi balik pada pagi hari sehingga pihak RSUD-lah yang menghubungi Satgas Provinsi pada pukul 08.00 guna menangani pasien Covid-19 yang meninggal itu.

“Sehingga atas koordinasi itu kita diminta hubungi Gugus Tugas Provinsi di jam 8 itu,” ungkap Marsiana.

Dengan demikian, dirinya mengatakan, pihak RSUD SK Lerik tetap pada perannya yakni melakukan penanganan pasien dengan baik. Semua perawat telah menjalankan tugas kemanusiaan secara total.

“Tapi kalau bilang tidak menghubungi Gugus sama sekali itu tidak, karena kita sudah proses dari jam 1 pagi,” pungkas direktris yang akrab disapa dr. Lili ini. (rnc04)

  • 218
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed