oleh

Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Kupang Rendah, Pemkot akan Batasi Aktivitas Warga

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang tidak memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun mempersiapkan kajian untuk menerapkan penentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam waktu dekat.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Garuda Lantai II, Balai Kota, Jumat (8/1/2021), Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menjelaskan perkembangan wabah corona di Kota Kupang saat ini sudah ada berindikasi untuk pemberlakuan PPKM.

Iklan Dimonium Air

Ia juga mengklarifikasi berbagai informasi bahwa akan dilakukan PSBB di Kota Kupang. Menurutnya, informasi itu tidak benar. Namun akan menerapkan PPKM karena ada indikator yang telah dipenuhi Kota Kupang.

Terkait hal ini, ada 2 indikator yang telah dipenuhi yakni angka kesembuhan lebih rendah dari persentase kesembuhan nasional yakni 82%. Saat ini Kota Kupang masih di bawah angka itu. “Tetapi Kota Kupang itu tidak sampai 40 persen. Artinya dari 100 pasien dirawat yang sembuh kurang dari 40 persen. Artinya kriteria ini sudah terpenuhi,” kata Herman.

BACA JUGA: Ingat, Mulai 11 Januari, Wajib WFH 75%, Mal Tutup Pukul 19.00

Sementara itu, angka penggunaan tempat tidur pada ruang isoalasi di berbagai rumah sakit juga memenuhi kriteria sebab semua ruang isolasi telah memenuhi kapasitas di atas 100%.
“Dari indikator untuk menjawab pelaksanaan PPKM ini artinya sudah ada 2 yang terpenuhi,” katanya.

Oleh karena itu, sesegera mungkin Pemkot berkoordinasi dengan seluruh unsur Forkopimda, agar dapat mengajukan data tersebut kepada Pemprov dan Kementerian Kesehatan, sehingga bisa mendapatkan persetujuan PPKM dari Menteri Kesehatan.

Menurutnya, dalam penerapan PPKM, sejumlah aktivitas dibatasi seperti aktifitas perkantoran, belajar mengajar serta dimungkinkan akan diperketat aktifitas perekonomian di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. “Mungkin nanti pasar itu, pagi itu buka jam 5 sampai 9 pagi. Sore jam 4 sampai jam 7 atau jam 6. Nanti kita akan sesuaikan dengan kondisi lokal, karena kita boleh berantas penyakit ini tapi pemulihan ekonomi nasional tidak boleh dilupakan,” pungkasnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed