oleh

Kunjungi Warga di Kota Kupang, HH Minta Pemerintah Relokasi Korban Bencana

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Setelah mengunjungi warga yang menjadi korban bencana banjir dan angin kencang di Kabupaten Kupang, Anggota DPR RI Herman Hery dan Ansy Lema pun mengunjungi warga terdampak bencana di Kota Kupang. Kunjungan itu berlangsung Jumat (9/4/2021) sore.

Pantauan RakyatNTT.com, kedua anggota DPR ini didampingi Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni bersama Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa dan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore bersama Penanggungjawab Pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana, Elvianus Wairata.

Iklan Dimonium Air

HH-sapaan karib Herman Hery bersama Ansy Lema mengunjungi posko penampungan pengungsi di Masjid Airmata, Posko Oebufu di Kampung Amanuban dan Posko GMIT Bethel Oesapa di Kampung Nelayan Oesapa.

Dalam kunjungan tersebut pun, kedua anggota DPR RI ini memberikan bantuan beras bagi warga di posko pengungsian. Keduanya juga memberi sumbangan untuk perbaikan masjid dan gereja yang rusak akibat diterjang angin kencang.

Tak hanya itu, saat berada di posko penampungan di Oebufu, HH dan Ansy Lema mendengar langsung keluhan warga bahwa banyak rumah warga yang rusak akibat longsor. Warga meminta agar Pemerintah dapat menyiapakan lahan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal baru bagi para warga yang menjadi korban bencana.

“Kami punya keluhan adalah warga kami yang sengsara dan tidak punya tempat tinggal. Jadi saya minta kejelasan saja,” ungkap salah satu warga, Yuliana Nenotaek Wila.

BACA JUGA: Pagi Ini ASN Pemkot Kembali Turun ke Jalan, Wali Kota Jeriko Ikut Angkat Sampah

Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi PDIP, Herman Hery pun menanggapinya. Ia mengatakan Pemerintah akan menindaklanjuti semua keluhan masyarakat yang menjadi korban. Pemerintah tidak akan tutup mata dan siap memperhatikan warga untuk rehabilitasi.

Baca Juga:  Berbagi Bantuan di Kupang, HDCI Sebut Kupang Menuju Kota Modern

HH menegaskan akan mendorong pemerintah pusat untuk menyiapkan anggaran agar masyarakat yang menjadi korban dan tidak mempunyai tempat tinggal bisa direlokasi.

“Pemerintah mau tidak mau, suka tidak suka harus melakukan relokasi, pindahkan (warga), karena itu kewajiban negara,” katanya.

Ia juga meminta warga tidak perlu mendesak pemerintah untuk tergesa-gesa melakukan tindakan. Sebab pada fase tanggap darurat ini, upaya yang dilakukan adalah warga bisa mendapatkan layanan kesehatan, konsumsi, dan tempat tinggal sementara. Dengan demikian upaya Pemerintah pun bisa berjalan dengan sukses dan sesuai tahapan-tahapan penanganannya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed