oleh

Wabup Kupang Buka Sosialisasi KLHS Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan

Oelamasi, RNC – Oelamasi tetap menjadi objek Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) detail tata ruang perkotaan di Kabupaten Kupang.

Diharapkan hasil kajian ilmiah oleh para ahli Universitas Nusa Cendana Kupang pimpinan Dr. Herry z. Kotta nantinya dapat menghasilkan dokumen akurat, dan selanjutnya bisa digunakan sebagai dasar membangun wilayah perkotaan di Kabupaten Kupang.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe usai membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan Oelamasi Tahun 2022-2024, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, di ruang rapat Bupati Kupang, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, kehadiran OPD terkait, Kepala Desa, Lurah, Camat, tokoh masyarakat dan sejumlah LSM dalam forum diskusi bersama itu kiranya dapat memberi kontribusi yang baik kepada Tim Pengkaji termasuk di dalamnya, menyediakan data yang dibutuhkan.

BACA JUGA: Akibat Covid-19, Pemkab Kupang Tak Bisa Bangun Infrastruktur Jalan

OPD terkait, harap dia harus benar-benar tegas menyampakan data baik data lingkungan hidup, pembangunan perkotaan, ruang terbuka hijau dan lain-lain.

Terpisah, diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, Paternus Vinci, kegiatan ini wajib dilaksanakan pihaknya untuk menghindari benturan terhadap persoalan lingkungan di kemudian hari.

Kegiatan ini melibatkan para Kepala Desa/Lurah dan Camat seputar wilayah Oelamasi, tokoh masyarakat, OPD terkait, LSM, pemerhati lingkungan, petugas statistik, kepolisian dan sejumlah anggota DPRD Kabuparen Kupang. Pembicara kunci adalah Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam dan Agro Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Herry Z. Kotta.

Menyinggung soal kelayakan Oelamasi menjadi ibukota Kabupaten Kupang, Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Sumber Daya Alam dan Agro Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Herry Z. Kotta kepada media ini menjelaskan, untuk bisa mencapai hasil akhir tentu pihaknya harus melewati sebanyak 4 kali forum diskusi bersama ini.

Yang jelas, harus sudah ada ide dan konsep awal, kota Oelamasi mau dibuat seperti apa. tidak hanya itu, semua aspek yang mempengaruhi tata ruang harus dikaji seperti, aspek biologi, geologi. geo fisika, sosial ekonomi dan budaya. (rnc08)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed