oleh

Waspada! Ini Daftar 14 Investasi Bodong yang Tak Logis dan Ilegal

Iklan Covid Walikota Kupang

Jakarta, RNC – Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing mengatakan bahwa ada 14 penawaran investasi yang masuk kategori ilegal. Kegiatan usaha pun dihentikan.

Hal ini sangat penting untuk diingatkan ke masyarakat agar sebelum menggunakan fintech lending dan berinvestasi harus pahami dua L.

Iklan Dimonium Air

“Artinya perusahaan tersebut harus Legal atau punya izin dari otoritasnya. Berikutnya Logis, yaitu penawaran keuntungan yang ditawarkan proporsional dengan keuntungan yang wajar,” kata Tongam di Jakarta, Jumat (29/1/2021) seperti dilansir dari Okezone.com.

Berikut adalah 14 investasi ilegal yang dihentikan:

1. PT. Cipta Energy Karya Abadi Indonesia

(CEKAI) yang menawarkan investasi tanpa izin

2. PT. Aka Amanda Teknologi/Asset Crypto AK12 yang menawarkan Cryptocurrency

3. PT. Asia Global yang melakukan pemasaran investasi properti

4. Honestumest/Eesty Coin yang menawarkan Cryptocurrency

5. Komunitas Smart Mobile Apps Daco Komunitas yang menawarkan Cryptocurrency

6. PT. Triples Sukses Sejahtera yang melakukan sistem penjualan langsung (MLM)

BACA JUGA: Satgas: Vtube Masih Masuk dalam Daftar Investasi Ilegal

7. PT. DOLLAR CHANGER (https://investment-

manager.org/) yang menawarkan Trading Forex

8. PT. Pasture Indonesia, Tbk yang menawarkan investasi peternakan sapi dan mengaku-ngaku sudah diawasi OJK.

9. Robot Forex Auto Pilot D7 MT4 Instaforex

Broker yang menawarkan robot trading untuk transaksi Forex

10. PT. Gazzpoll Maju Truz yang menawarkan sistem penjualan langsung (MLM)

11. PT. Millenium Investment Boutique yang menawarkan skema investasi dalam surat utang

12. Koperasi Simpan Pinjam Singa Perkasa Asia Selatan merupakan koperasi tanpa izin

13. Koperasi Simpan Pinjam Pohon Kelapa Sawit Indonesia merupakan koperasi tanpa izin

14. Koperasi Simpan Pinjam Sinar Berjaya Sejahtera yang merupakan koperasi tanpa izin

Baca Juga:  Polda NTT Ungkap Investasi Bodong di Ende Senilai Rp 28 Miliar, 1.800 Orang jadi Korban

Tongam juga mengatakan masyarakat diminta agar proaktif menanyakan langsung kepada Kontak OJK 157 atau WA 081157157157 bila ingin memanfaatkan layanan fintech lending atau mengikuti ingin berinvestasi.

“Bahkan juga terbuka bila masyarakat ingin melaporkan adanya kegiatan fintech lending dan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat,” katanya.

(*/okz/rnc)

  • 162
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed