oleh

Biro Psikologi Polri Terjunkan Tim Dampingi Anak-anak Korban Badai Seroja

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Mabes Polri memberikan perhatian penuh pada warga di wilayah NTT pasca badai Seroja.
Mabes Polri menerjunkan belasan personil yang merupakan tim Biro Psikologi SSDM Polri bekerja sama dengan Psikologi Polda Metro Jaya dan Psikologi Polda NTT.

Sejak Jumat (16/4/2021), tim ke NTT mendatangi lokasi pengungsian baik di gedung gereja maupun posko pengungsian di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Adonara-Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Iklan Dimonium Air

Tim melakukan kegiatan trauma healing di wilayah NTT ini selama 3 hari dari hari tanggal 17 April 2021 hingga 19 April 2021. Tim yang dipimpin Kombes Pol Adi Suhariyono, SPsi, SST, MK memulai aktivitas pendampingan pemulihan bagi anak-anak korban bencana alam di Kota Kupang, Sabtu (17/4/2021).

Tim menemui 23 anak di basemant gereja GMIT Kaisaera BTN Kolhua yang mengungsi setelah tempat tinggal mereka rusak dihantam badai seroja beberapa waktu lalu. Tim juga ke Posko 2 di rumah Rony Nuban di Jalan Amanuban, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo.

Hal yang sama dilakukan tim dengan menemui 62 pengungsi anak-anak yang ditampung di Pusat Pembinaan Anak (PPA) gereja GMIT Benyamin Oebufu.
Di setiap titik yang didatangi, tim membaur dengan anak-anak untuk berbagi keceriaan, bermain bersama, mengadakan games dan permainan serta bernyanyi.
Anak-anak nampak ceria dan gembira mengikuti setiap permainan dan kebersamaan yang dilakukan tim.
Tim juga membagikan sovenir dan makanan ringan kepada semua anak-anak di lokasi pengungsian.
Sementara itu, anggota tim lain berdialog dan melakukan pendampingan kepada pengungsi kalangan ibu-ibu yang masih memiliki Balita.

BACA JUGA: Peduli Korban Bencana, Wagub Sumatera Barat Turun ke Malaka

Tim berbagi cerita dan mendengarkan keluhan para ibu. Tim kemudian memberikan penguatan dan motivasi.
Tim juga mengajarkan tindakan pertama menangani stres kepada kaum ibu serta mengingatkan agar tidak larut dalam kesedihan.

Baca Juga:  Pembangunan Bendungan Kambaniru Ditarget Rampung Desember 2021

Secara keseluruhan kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan psikologi ibu dan anak pasca bencana alam badai siklon tropis seroja yang terjadi pada tanggal 4 April 2021 lalu.

Kombes Pol. Adi Suhariyono, S.PSi, SST, MK di sela-sela kegiatan mengatakan Tim Psikologi dari Metro Jaya dan Polda NTT memberikan trauma healing pemulihan kondisi psikologis kepada warga masyarakat yang terkena dampak bencana badai siklon tropis seroja.
“Tim ini yang merupakan tim operasi kontijensi Aman Nusa II yang dilaksanakan Mabes Polri untuk mempercepat pemulihan kondisi mental dan psikologi akibat terdampak bencana beberapa waktu lalu. Harapan kami agar masyarakat sesegera mungkin dapat menyiapkan diri dalam melakukan hal-hal yang bersifat positif dan menata kembali kehidupannya seperti sebelumnya. Polri sepenuhnya mendukung sepenuhnya pemulihan kondisi dari segi fisik termasuk dari segi kesehatan. Tim kami khusus untuk pemulihan psikologi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Adi Suhariyono, S. PSI, SST, M.K.

Kehadiran tim khusus dari Mabes Polri di tengah pengungsi ini diharapkan dapat menyentuh langsung korban yang terdampak bencana, dengan adanya pelayanan psikologi ini dapat memberikan pemulihan bagi korban.

“Kita bersyukur masyarakat di wilayah NTT ini memiliki ketahanan yang luar biasa untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, jadi meskipun pasca bencana warga masih memiliki psikologi yang relatif wajar dan cukup stabil. Harapan kami semoga cepat pemulihannya,” tandasnya.

Dari Kota Kupang, tim akan melakukan misi yang sama di Kabupaten Kupang pada Minggu (18/4/2021) dan pada Senin (19/4/2021) akan melanjutkan kegiatan yang sama ke Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata untuk menyentuh korban karena cukup banyak lokasi pengungsian yang menampung korban dan anak-anak di kedua kabupaten tersebut. Tim akan memanfaatkan waktu yang ada untuk kegiatan pendampingan.

Baca Juga:  Dukung Proyek Bendungan Lambanapu, PLN Suplai Listrik 66.000 VA

Tim bangga dengan kondisi masyarakat NTT walaupun di lokasi pengungsian namun memiliki kondisi psikologis yang sangat baik. Pendampingan pada kaum ibu dan anak-anak dilakukan demi menangkal trauma serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di tempat pengungsian. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed