oleh

Covid-19, Bencana Alam dan Terorisme jadi Bahan Refleksi Paskah Pemuda GMIT di TTS

Iklan Demokrat

SoE, RNC – Pemuda GMIT Klasis SoE Timur yang tergabung dari 24 mata jemaat menggelar refleksi Paskah. Diyakini Paskah kali ini harus menjadi gerbang keluar dari berbagai persoalan yang menyulitkan.

Hal ini disampaikan Ketua Pemuda Klasis SoE Timur, Mel Selan, Jumat (2/3/2020) malam. Kepada RakyatNTT.com, Mel menyampaikan refleksi ini dilakukan secara serentak. Kegiatan tetap mengikuti protap yakni bagi jemaat yang terjangkau jaringan internet bisa dilakukan secara online. Namun untuk wilayah jemaat yang tidak terjangkau internet tetap melaksanakan secara offline.

Iklan Dimonium Air

Materi refleksi yang diambil tak jauh dari kehidupan sehari-hari, khususnya terkait wabah Covid-19 yang telah memberi pengaruh secara sosial, ekonomi, termasuk anggaran pembangunan yang tertunda sehingga berdampak kehidupan masyarakat.

Tak hanya itu, persoalan terorisme yang akhir-akhir ini mencuat di tengah pandemi. Selain itu, topik refleksi juga terkait banyaknya bencana alam yang terjadi, khususnya di musim hujan kali ini. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di TTS mengalami longsor dan banjir. Termasuk air pasang yang menggenangi pesisir pantai Kolbano. Menurut Mel semua ini berdampak pada mata pencaharian warga.

BACA JUGA: Pemuda GMIT Klasis SoE Timur Rayakan Paskah dengan Menanam 1.500 Anakan Pohon

Oleh karena itu, Mel mengatakan refleksi Paskah tersebut adalah upaya membentuk anak muda agar peka terhadap konteks kehidupan dan harus menjadi pemuda yang kreatif serta bisa menunjukkan jiwa Kristen di tengah masyarakat.

“Kami harap semua badai ini berlalu. Saat ini pemuda punya peran untuk menjawab itu sesuai apa yang dikehendaki Pencipta. Tidak bisa jauh dari Tuhan,” ungkapnya.

Mel juga menyampaikan, aksi teror yang terjadi tak perlu dilawan dengan tindakan anarkis, namun anak muda Kristen harus bijak seturut iman. “Aksi teror kami kecam, tapi untuk melawannya adalah dengan persatuan, dan keyakinan Pancasila adalah Berkat Tuhan yang harus disyukuri sebab kita telah merdeka dan bersatu dan juga berdaulat,” pungkasnya. (rnc04)

  • 448
    Shares
Baca Juga:  Lebih dari 45% Warga Desa Nulle-TTS Batal Ikut Pilkades, Ini Alasannya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed