oleh

Gugurkan Kandungan yang Sudah Berusia 8 Bulan, Mahasiswi di Kupang Ditangkap Polisi

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Demi menutup malu, VRT alias Vera (20), mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Kupang tega melakukan aborsi. Akibatnya, bayi delapan bulan yang dikandungnya tewas.

Dilansir dari Digtara.com, Vera yang hamil di luar nikah melakukan aborsi di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS pada 19 Juni lalu dibantu oleh Yorince Tabun.

Iklan Dimonium Air

Awalnya, aborsi berjalan baik dan tidak ada yang tahu. Namun sebaik apapun menutup aib akhirnya ketahuan juga.

Kasus aborsi ini terungkap berawal dari penemuan potongan tangan bayi di saluran air alias parit tak jauh dari rumah Yorince pada Senin 21 Juni 2021.

Mirisnya, orang yang menemukan potongan tangan bayi tersebut merupakan anak kandung Yorince sendiri bernama Mardi Selan.

Setelah mendapat laporan penemuan potongan tangan bayi, tim Reskrim Polres TTS langsung turun ke lokasi.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan petunjuk berupa selembar kain yang masih terdapat bercak darah.
Setelah polisi melakukan penelusuran terhadap petunjuk tersebut, polisi berhasil mengamankan Yorince, wanita yang membantu proses aborsi di kediamannya.

“Di sekitar lokasi penemuan potongan tangan bayi kita temukan selebar kain yang masih terdapat bercak darah. Dan setelah kita telusuri, ternyata kain tersebut merupakan milik Yorince, ibu kandung dari si penemu potongan tangan bayi,” ungkap Kapolres TTS AKBP Andre Librian, S.Ik saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim, Minggu 27 Juni 2021 Melalui pesan WhatsApp.

Setelah diamankan, Yorince mengakui semua perbuatannya. Dari keterangan Yorince, diketahui wanita yang melakukan aborsi bernama Vera, warga Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Bersama Yorince, Tim Reskrim Polres TTS yang dipimpin langsung Kasat Mahdi, Rabu 23 Juni langsung menuju ke Kupang guna mengamankan Vera.

Baca Juga:  Tragis! Kakak Beradik di TTS Tewas Tenggelam dalam Embung

Vera diamankan di rumahnya tanpa perlawanan dan langsung digiring ke Mapolres TTS guna diproses lebih lanjut. “Yorince dan Vera sudah resmi kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini dan saat ini kita tahan keduanya di sel tahanan Mapolres TTS guna proses hukum selanjutnya,” pungkas pria berkepala plontos ini. (*/dig/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed