oleh

Jembatan SD 3 Kabir Ambruk, Akses Jalan Negara Kabir-Pantar Barat Putus Total

Iklan Demokrat

Kalabahi, RNC – Jemabatan SD 3 Kabir di Desa Madar, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor putus akibat banjir besar yang terjadi di wilayah setempat, Minggu (4/4/2021) sekira pukul 04.00 wita. Akibatnya, satu-satunya akses jalan negara arah ibu kota Kecamatan Pantar menuju wilayah Pantar Barat putus.

Disaksikan RakyatNTT.com, Senin (5/4/2021) pagi jembatan yang terletak sekitar 2 km arah menuju mata hari terbenam dari Pelabuhan Pantar, Kabir, itu sudah putus total. Saat itu tampak air sudah surut hingga pergelangan kaki orang dewasa. Masyarakat setempat tampak turun dan membersihkan jalan di bagian kali guna bisa diakses oleh kendaraan roda dua. Terlihat pepohonan dan batang-batang kayu tertahan di bagian ujung fisik jembatan yang sudah patah itu.

Iklan Dimonium Air

“Jembatan ini putus sekitar jam 4 amper siang (Minggu di hari). Saat itu kami sedang tidur. Terdengar bunyi besar. Kami sedang tidur. Saat pagi datang lihat ternyata jembatan sudah hancur,” jelas warga setempat kepada RakyatNTT.com di lokasi kejadian yang terletak sekitat 100 meter dari pesisir pantai.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi Terjang Perumahan di Pesisir Pantai Madar di Alor, Warga Mengungsi

Kepala Desa Madar, Aser Pering kepada RakyatNTT.com, menjelaskan, jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung jalan negara arah Kecamatan Pantar ke Kecamatan Pantar Barat yang memiliki pelabuhan kapal fery. “Semua akses baik dari Baulang baik Lebang yang menuju ke sini (Madar) sudah tidak bisa lagi. Habis akses dari Kabir menuju pantar barat sudah tidak bisa lagi,” jelasnya.

Ia mengharapkan jembatan tersebut bisa ditanggulangi oleh pemerintah. “Ini (Jembatan) ini kan satu-satunya penghubung jalan negara, sehingga kami sangat mengharapkan dapat segera ditanggapi serius oleh pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten dan provinsi. Dengan demikian bisa cepat teratasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Banjir di Alor, Sejumlah Rumah Rusak Berat, Warga Dievakuasi

Dikatakannya, jembatan yang terletak di antara Desa Madar dan Desa Bandar itu cukup mengancam para siswa yang bersekolah di SD 3 Kabir yang akan mengadakan ujian pada Selasa (6/4/2021) apa bila banjir melanda. “Kebetulan saya komite di sekolah tersebut. Jadi, kita akan ketemu kepala sekolah untuk bicarakan apakah akan dibagi dalam dua kegiatan (Dua wilayah) untuk ujian atau bagaimana,” terangnya. (rnc17)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed