oleh

Kota Kupang Porak Poranda, Atap dan Plafon Rujab Wali Kota Hancur

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang sejak Minggu (4/4/2021) hingga Senin (5/4/2021) dini hari memporak-porandakan rumah, perkantoran, rumah ibadah dan fasilitas umum di Kota Kupang.

Rumah jabatan Wali Kota Kupang pun rusak berat. Atap dan plafon runtuh. Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore bersama putrinya Firda Riwu Kore dan beberapa staf saat kejadian sedang berada di rumah jabatan, Senin dini hari.

Iklan Dimonium Air

Hampir semua ruangan, termasuk aula rusak berat. Tersisa satu kamar yang ditempati putri wali kota yang lolos dari amukan badai. Wali kota dan para stafnya pun terpaksa berlindung di kamar tersebut menanti badai reda kembali.

Wali kota yang akrab disapa Jeriko-kepada RakyatNTT.com mengatakan saat kejadian ia bersama anaknya dan beberapa staf hanya bisa berdoa. Apalagi, saat itu kondisi sedang gelap karena aliran listrik terputus. Mereka hanya memanfaatkan lampu dari handphone.

BACA JUGA: Update Bencana: Korban Tewas di Flotim Capai 63 Orang, Proses Evaluasi Terkendala

“Puji Tuhan kita semua masih dalam perlindungan Tuhan. Hanya doa yang bisa kita panjatkan. Sebenarnya kalau rujab tidak rusak saya sudah minta untuk beberapa masyarakat diungsikan sementara ke rumah jabatan. Tadi pagi ada sekitar 15 orang dari Oeba, teman-teman dari Brimob antar mereka ke sini. Saya harus menerima mereka, dan mereka juga sudah melihat secara langsung keadaan rujab yang rusak jadi mereka ke tempat pengungsian yang lebih dekat dengan rumah mereka yang telah disiapkan pemerintah,” ungkapnya.

Walau rumah jabatan sedang rusak berat, Wali Kota Jeriko tetap turun memantau warga yang terkena bencana. Ia menyempatkan diri mengunjungi lokasi tempat pengungsian masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga:  Kota Kupang Rawan Tsunami, BMKG Susun Rencana Kedaruratan

“Hari ini saya turun pantau keadaan saudara kita yang ada di kantor wali kota, di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan beberapa tempat pengungsian lainnya. Kita tempatkan mereka semetara di sana. Kita siapkan bahan makanan dan kebutuhan lain sampai badai berlalu,” ungkapnya.

Jeriko meminta warga yang lain untuk tetap waspada dan saling mendoakan serta tolong menolong untuk meringankan beban. “Bencana ini kita tidak tahu pasti kapan datangnya. Saya harap kita saling mendukung, saling tolong menolong antar sesama. Saya yakin semua akan baik-baik. Pemerintah Kota Kupang berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat. Kita juga berharap pemerintah pusat bisa membantu kita nantinya,” pungkasnya. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed