oleh

Kasus GOR Kabupaten Kupang, Korinus Akui Tak Pernah Intervensi Proyek

Oelamasi, RNC – Mantan Bupati Kupang, Korinus Masneno menegaskan tidak pernah mengintervensi pelaksanaan teknis proyek Gelanggang Olahraga (GOR) Kabupaten Kupang. Hal ini disampaikannya usai diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi pembangunan GOR Komitmen Kupang di Mapolres Kupang, Rabu (22/5/2024).

Kepada awak media, Korinus menjelaskan, di masa kepemimpinannya, sejak 2019 GOR dibangun, ia tidak pernah memberikan pernyataan agar bangunan GOR yang sempat mangkrak itu dilanjutkan tanpa melihat kembali regulasi.

Ilustrasi Selamat Hari Raya Waisak Instagram Post Template 20240525 183010 0000
Ads

Sebaliknya, ia memperingatkan PPK Seprianus Lau yang kini menjabat sebagai Kepala Dispora Kabupaten Kupang untuk memperhatikan proyek tersebut agar bisa diselesaikan sesuai regulasi yang ada. Hal itu ditegaskan Korinus saat sidang bersama DPRD.

“Berkaitan dengan perintah pembayaran itu saya lakukan di ruang terbuka di DPRD. Tidak ada di ruang gelap dan itu sebagai kepala daerah saya memperingati kepada bawahan tentang tugas teknis bahwa yang belum diselesaikan harus menjadi perhatian dan agar segera diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Korinus.

Selain itu, ia juga menyampaikan kehadirannya di Mapolres guna memenuhi panggilan oenyidik untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada kasus yang diduga merugikan daerah senilai Rp11,6 miliar.

Dalam pemeriksaan itu, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pelaksanaan teknis proyek tersebut yang menjadi kewenangan dinas dan PPK, Seprianus Lau.

“Saya sudah klarifikasikan itu. Saya tidak bisa memerintah untuk bayar begini. Itu bukan tugas saya. Delegasi itu mulai dari proses tender, pengawasan, dan penilaian, dan pembayaran itu adalah tugas yang sudah diberikan kepada pengguna anggaran dan PPK dan konsultan perencanaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mapolres Kupang telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek GOR Kupang yang dikerjakan tahun 2019. Kelima tersangka itu yakni Kontraktor Pelaksana PT Dua Sekawan Muhammad Darwis (HD), Pelaksana Lapangan PT Dua Sekawan, Pua Djendo (HPD), Direktur CV Diagonal Enggenering, Jonas Aloysius Baba (JAB), dan Pelaksana Lapangan CV Diagonal Engeneering, Marten Kase (MK) selaku peminjam perusahaan.

Baca Juga:  5 Jam Diperiksa, Mantan Wabup Jerry Manafe Bantah Terima Fee 10 Persen Proyek GOR

Mapolres juga menjadwalkan akan memeriksa nantan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe sebagai saksi pada Senin (27/5) mendatang.

Untuk diketahui, proyek tersebut menjadi masakah akibat PPK Seprianus Lau tidak memperhatikan kontrak kerja proyek sehingga pengerjaannya tidak tepat waktu 90 hari kerja. Namun PPK Seprianus tidak mengeluarkan surat peringatan untuk pihak kontraktor.

Bahkan diketahui, PPK bersama Kontraktor Pelaksana PT. Dua Sekawan melakukan penggelembungan pada progres kerja yang tidak sesuai dengan fisik bangunan hingga ketahuan melebihi progres pekerjaan saat mati/Add I kontrak 41,90 persen dengan deviasi -53,35 persen. Kemudian di-mark up menjadi 63,18 persen dengan deviasi -36,86 persen sehingga terjadi selisih sebanyak 21,28 persen. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *