oleh

Peringati Hari Pers, Jurnalis di Nagekeo Beri Catatan Khusus Kasus Korupsi di Nagekeo

Mbay, RNC – Peringatan Hari Persn Nasional (HPN) 2021 di Kabupaten Nagekeo tidak saja dilakukan bakti sosial, tapi juga diskusi. Dalam diskusi tersebut, Aliansi Jurnalis Nagekeo menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait beberapa kasus korupsi dan kriminal yang ditangani pihak Kejaksaan Negeri Ngada dan Kepolisian Resort Nagekeo.

Ketua Aliansi Jurnalis Nagekeo, Doni Moni bersama sejumlah rekan wartawan di Nagekeo mengatakan para jurnalis dan masyarakat merasa kecewa karena hingga saat ini penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan masker dan handrub di Dinas Kesehatan Nagekeo tidak jelas penanganannya. Sudah 3 bulan belum ada penetapan tersangka oleh pihak kejaksaan.

“Sudah 3 bulan dan sudah ada 2 alat bukti apa penyebanya sehingga kasus ini berlarut-larut tidak ada tersangka. Harus jelaskan ke publik dan jurnalis biar clear sehingga publik tidak menyalahkan kami karena telah memberitakan kasus ini namun tidak ada akhir atau ujungnya,” kata Doni.

BACA JUGA: Kapolri: Pers adalah Garda Terdepan Edukasi Masyarakat

Para Jurnalis merasa tidak ada keseriusan oleh pihak kejaksaan dalam penanganan kasus korupsi tersebut. Doni menambahkan, keterlibatan para jurnalis ketika memberitakan dugaan korupsi di Dinas Kesehatan dan BPBD Nagekeo atas permintaan pihak kejaksaan. Namun hingga saat ini belum jelas penanganannya. Publik menduga para jurnalis ikut mendiamkan kasus ini. “Dalam momen Hari Pers ini kami jurnalis harus menjadi penyambung suara untuk pemberantasan korupsi dan jalan kebenaran sebagai prinsip utamanya jurnalis,” imbuhnya.

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Aliansi Jurnalis Nagekeo, Dedi Ingga mengatakan sejak awal pihak kejaksaan meminta media untuk turut terlibat mengawal kasus korupsi ini. Oleh karena itu, para jurnalis meminta pihak kejaksaan menjelaskan kejelasan kasus ini karena sudah menjadi sorotan publik. “Jangan jadikan media sebagai alat untuk menaikkan popularitas pihak-pihak yang diuntungkan dalam kasus korupsi masker dan handrub maupun BPBD Nagekeo dan menghakimi pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Keterlibatan kawan-kawan media selain diundang saat konferensi pers juga diminta oleh kejaksaan untuk mengawal dan membantu mengungkap kasus tersebut,” kata Dedi. (rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *