oleh

Tinus Menyesal Bunuh Siswi SMA di Kupang Barat

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Selasa (25/5/2021), Polres Kupang menggelar reka ulang kasus pembunuhan Marsela Bahas, siswi SMA Negeri Kupang Barat. Proses reka ulang ini disaksikan ratusan warga sekitar.

Saat menjalani reka ulang, tampak wajah Yustinus Tanaem alias Tinus (42), tersangka kasus pembunuhan terhadap Marsela Bahas nampak tenang. Sebanyak 23 adegan reka ulang dijalani Tinus yang dikawal ketat aparat kepolisian.

Iklan Dimonium Air

Tinus mengenakan baju kaos tahanan warna orange dan celana pendek abu-abu. Tinus pun melakoni kembali adegan pemerkosaan, penganiayaan hingga pembunuhan terhadap korban.

Dilansir dari Digtara.com, adegan pertama diawali di jalan masuk saat Tinus menumpang truk ke lokasi kejadian untuk menemui korban. Sebelumnya Tinus dan korban sudah janjian untuk bertemu. Tinus memanfaatkan kesempatan bertemu korban saat korban berada di kebun untuk memindahkan ternak sapi.

Agar tidak terpantau orang tua korban, Tinus memilih jalan pintas. Ia sempat menegur beberapa warga di sisi jalan yang kebetulan sedang membersihkan kebun. Tinus pun menyelinap masuk ke kebun korban setelah melintasi kebun orang lain. Keduanya berjumpa di kebun.

Kesempatan bertemu dimanfaatkan Tinus bermesraan dengan korban. Tinus pun memaksa agar korban melakukan hubungan badan. Saat memperkosa korban, korban sempat menjerit. Tak ayal, Tinus pun panik. Pasalnya, di dekat kebun itu ada beberapa warga yang sedang menggembalakan sapi. Ia khawatir jeritan korban didengar orang-orang.

Dalam adegan tersebut, tampak Tinus terpaksa mencekik leher korban. Ia menutup mulut korban dengan tangan kiri. Kaki kanannya menekan perut korban. Korban jadi tidak berdaya dan sulit bernapas. Korban masih sempat menjerit. Saat itulah Tinus mengambil pisau lalu menghunjamnya ke perut korban. Juga di leher korban.

Baca Juga:  Siswi SMP di Rote Dibawa Kabur lalu Diperkosa, Pelaku Belum Ditahan

Korban pun tewas. Tinus kemudian meninggalkan jasad korban. Sebelum pergi, pelaku sempat mengambil handphone korban yang saat itu disimpannya di sisi kepala bagian kiri. Tinus pun kabur dengan berjalan kaki dari kebun ke jalan umum. Saat berada di jalan umum, Tinus menghentikan sebuah sepeda motor yang melintas. Ia pun menumpang hingga ke jalan raya.

Kemudian Tinus membuang handphone korban di sisi jalan yang dipenuhi pohon dan rumput. Ia pun kabur membawa serta pisau miliknya. Keesokan harinya, jasad korban ditemukan warga.

Tinus Menyesal

Ketika ditanya wartawan usai reka ulang kasus ini, Tinus mengaku menyesal. “Saya menyesal melakukan pembunuhan. Saya takut saat itu karena korban menjerit dan berteriak sehingga saya bunuh setelah saya perkosa,” kata Tinus.

Ia juga mengaku siap menghadapi hukuman yang bakal dijalani. “Karena sudah diproses maka saya siap dihukum,” ujarnya sambil berlalu ke mobil polisi.

Diberitakan sebelumnya, korban Marsela Bahas (18), siswi SMA yang juga warga RT 09/RW 05, Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT ditemukan tewas, Kamis (25/2/2021). Jasad korban ditemukan di pekarangan kebun milik warga di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Ayah korban, Yonatan Bahas memiliki ternak sapi yang biasa diikat di lokasi dekat tempat kejadian perkara. Sejak Rabu (24/2/2021) siang, sekitar pukul 13.00 wita, korban menggembalakan dan memantau ternak sapi tersebut. Namun hingga sore hari sekitar pukul 16.00 wita korban belum juga pulang ke rumah.

Orang tua korban mencari korban. Hingga malam hari, korban tidak ditemukan. Orang tua korban menyampaikan kepada ketua RT 09, Kelurahan Oenesu, Maksen Solu bersama warga melakukan pencarian hingga pukul 23.00 wita.

Baca Juga:  Kapolres Kupang: Ancaman Hukuman Mati untuk Tinus Sudah Terpenuhi

Keesokan harinya, sekitar pukul 09.30 wita, saat hujan reda, Yakob Pong (50) berusaha mencari di sekitar lokasi kejadian. Ia menemukan korban dalam semak-semak. Saat itu warga lain Niko (50) hanya melihat kaki korban karena terhalangi rumput.

Niko meminta Yakob untuk melihat korban secara jelas. Karena takut, Yakob dan Niko langsung memberitahukan kepada Ketua RT 09, Kelurahan Oenesu guna memastikan.

Mereka mendapati korban dalam keadaan tergeletak dan sudah tidak bernyawa dan tidak mengenakan celana. Celana pendek warna merah sudah diturunkan di betis dan jaket hitam dan baju warna hitam bergaris abu-abu sudah dinaikkan ke dada bagian atas.

Di lokasi kejadian ditemukan barang milik korban berupa sandal jepit milik ayah korban yang digunakan oleh korban. Pada tubuh korban ditemukan luka tusuk menggunakan barang tajam di perut bagian kiri.

Ada juga luka tusuk di leher bagian kiri, lebam hitam di perut, lebam hitam di lutut kanan dan lebam hitam di lutut kiri. Korban rupanya diperkosa lalu dibunuh oleh Tinus.

(*/dig/rnc)

  • 689
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Liat dari wajahnya, Pendidikan si gila itu rendah, ditambah tidak kenal Tuhan, sehingga tubuhnya gampang diisi srmua kejahatan setan iblis. Hati2 anak2 perempuan /wanita, jika ada orang ciri2 demikian menjauh, jangan buka kesrmpatan apalagi hati, karna kebodohan gila yg sedang dia pertontonkan kpd kalian. Anak2 sebaiknya Terbukalah kpd org tua semua laki2 yg kalian kenal. Oke.

News Feed