oleh

Update Data Bencana NTT: 144 Orang Meninggal, 60 Belum Ditemukan

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Pemerintah Provinsi NTT merilis data terbaru jumlah korban badai Seroja di NTT, Kamis (8/4/2021). Hingga hari ini total terdapat 144 orang meninggal dunia. Sehari sebelumnya tercatat sebanyak 138 orang.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Marius Jelamu M.Si selaku juru bicara dalam rilis resmi menyebutkan dari semua kabupaten/kota yang mengalami bencana tercatat 144 orang meninggal dunia, 129 orang luka-luka, 60 orang dinyatakan hilang, 2.019 KK (13.226 orang) mengungsi, dan 1.700 KK (4.829 orang) terdampak.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: 12 Ribu Rumah di Sabu Hancur, Termasuk Kantor Bupati

Sementara itu, kerugian materil di antaranya 688 rumah rusak berat, 272 unit rumah rusak sedang, 154 unit rumah rusak ringan, 2.357 unit rumah terdampak, 24 fasilitas umum rusak berat, dan 87 fasilitas umum terdampak.

Rincian per kabupaten/kota:

1. Kota Kupang
– 1 orang meninggal dunia
– 7 orang luka-luka
– 1.264 KK (6.300 orang) terdampak
– 10 unit rumah rusak berat
– 657 unit rumah terdampak

2. Kab. Kupang
– 5 orang meninggal dunia

3. Kab. Flores Timur
– 71 orang meninggal dunia
– 54 orang luka-luka
– 5 orang hilang
– 1.100 orang mengungsi
– 218 KK terdampak
– 82 unit rumah rusak berat
– 34 unit rumah rusak ringan
– 97 unit rumah terdampak
– 8 unit fasilitas umum rusak berat

4. Kab Malaka
– 6 orang meninggal dunia
– (-+) 3.000 orang mengungsi
– 1.154 unit rumah terdampak
– 65 fasilitas umum terdampak

5. Kab. Lembata
– 32 orang meninggal dunia
– 35 orang hilang
– 49 orang luka-luka
– 958 orang mengungsi
– 224 unit rumah rusak berat
– 15 unit rumah rusak sedang
– 15 jembatan akses antar desa terputus

6. Kab. Ngada
– 1 orang meninggal dunia
– 1 orang luka-luka
– 6 KK terdampak
– 19 unit rumah rusak berat
– 48 unit rumah rusak sedang
– 1 unit fasilitas umum rusak berat
– 5 fasilitas umum terdampak

7. Kab. Sumba Barat
– 63 KK (284 orang) mengungsi
– 54 unit rumah terdampak

8. Kab. Sumba Timur
– 1.803 KK (7.212 orang) mengungsi
– 100 KK (475 orang) terdampak
– 7 fasilitas umum terdampak

9. Kab. Ende
– 1 orang meninggal dunia
– 346 KK terdampak
– 17 unit rumah rusak berat
– 18 unit rumah rusak sedang
– 45 unit rumah rusak ringan
– 5 unit fasilitas umum terdampak

10. Kab. Rote Ndao
– 153 KK (672 orang mengungsi)
– 12 unit rumah rusak berat

11. Kab. Sabu Raijua
– 2 orang meninggal dunia

12. Kab. Alor
– 25 orang meninggal dunia
– 25 orang luka-luka
– 20 orang hilang
– 7 KK (18 orang) terdampak
– 179 unit rumah rusak berat
– 181 unit rumah rusak sedang
– 5 fasilitas umum terdampak

13. Kab. Belu
– 167 KK terdampak
– 5 unit rumah rusak berat

14. Kab. Timor Tengah Utara
– 450 KK (1.800 orang) terdampak
– 142 orang mengungsi
– 150 unit rumah rusak berat

15. Kab. Timor Tengah Selatan
– 1.235 KK (4.848) jiwa terdampak
– 395 unit rumah terdampak

“Data tersebut masih dinamis dan akan terus berubah sesuai dengan perkembangan data dari setiap kabupaten/kota,” ujar Marius.

Marius mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT sangat berterima kasih pada TNI dan Polri serta pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan dan membantu proses evakuasi. “Saat ini solidaritas kita yang paling penting untuk penanganan bencana serta membantu para korban dalam menghadapi dampak sosial ekonomi akibat bencana alam,” katanya.

BACA JUGA: Dampak Badai Seroja Melemah, BMKG: Warga Harus Tetap Waspada

Sementara itu, Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo mengatakan upaya evakuasi korban bencana terus dilakukan mulai dari korban banjir, longsor, angin kencang dan juga pelayanan kesehatan.

“Saat ini evakuasi terus dilakukan, dan juga TNI dan Polri telah menggerakan sarana angkut seperti pesawat hercules, kapal laut, angkutan darat dan juga helikopter. Dan juga perlengkapan jembatan darurat sedang dikirim dengan kapal,” ujarnya. (*/rnc)

  • 186
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed