oleh

Didesak Pemprov, DPRD-Pemkot Kupang Tandatangani APBD Perubahan tanpa Dibahas

Kupang, RNC – DPRD Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang nampaknya menggunakan ‘jurus’ berbeda dalam penetapan APBD Perubahan tahun anggaran 2022. Dewan kota bersama Pemkot sudah sepakat akan menandatangani dokumen APBD perubahan pada 30 September 2022 nanti.

Hal ini sesuai dengan permintaan Pemerintah Kota Kupang. Sementara sesuai jadwal di Badan Musyawarah (Banmus) DPRD, pembahasan RAPBD Perubahan baru dilakukan pekan kedua Oktober 2022.

banner BI FAST

Pantauan RakyatNTT.com, di Ruang Sidang DPRD Kota Kupang, Sabtu (24/9/2023) malam, setelah ditutupnya Paripurna III yang beragendakan pembacaan pandangan umum fraksi-fraksi tentang rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2022, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe menawarkan kepada anggota DPRD agar penandatanganan dokumen APBD Perubahan dilakukan pada Paripurna X, pada Jumat (30/9/2022). Untuk pembahasannya baru dilakukan setelah 30 September hingga 14 Oktober 2022 nanti.

Yeskiel mengatakan, hal ini harus dilakukan, lantaran Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh bersama dirinya telah dimintai oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menyelesaikan persidangan pada Jumat (30/9/2022) ini, sesuai regulasi yang telah ditetapkan. Sementara sesuai jadwal yang disepakati di Banmus, sidang masih bergulir hingga pekan kedua Oktober nanti.

Terkait tawaran itu, para anggota dewan yang hadir sesaat terdiam. Beberapa saat kemudian, Ketua Fraksi PDIP, Adrianus Talli dan Anggota Fraksi PDIP, Epi Seran, Ketua Fraksi Golkar, Jemari Yosep Dogon, Ketua Fraksi Gerindra, Thobias Pandie serta Ketua Fraksi NasDem, Yuvensius Tukun, buka suara.

Mereka kompak menyatakan setuju dilakukan penandatangan atau pengesahan terhadap Perubahan APBD 2022 sebelum dilakukan pembahasan pada Paripurna XI hingga Paripurna XV sesuai jadwal yang sudah ditetapkan yaitu 3-5 Oktober 2022. Namun, mereka memberi catatan agar Pemkot bisa berkomitmen untuk memberikan jawaban atas pandangan fraksi dengan tepat dan detail.

Baca Juga:  Selesai Diperiksa Inspektorat, Rujab Wali Kota Kupang Sudah Bisa Ditempati

Ketua Fraksi PDIP, Adrianus Talli mengatakan penandatanganan dilakukan pada 30 September, namun harus memperhatikan pembahasannya yang sudah terjadwal pada Paripurna XI hingga XV. Pasalnya, pembahsan itu menjadi agenda komisi-komisi dan badan anggaran. “Jangan sampai sedikit terburu-buru ditetapkan, kemudian di kemudian hari timbul permasalahan bahwa ternyata tidak sesuai dengan regulasi yang ditetapkan,” katanya.

Selain itu, Ketua Fraksi NasDem, Yuvensius Tukung menegaskan Pemkot maupun DPRD harus konsisten menyetujui hal ini. Ia juga menyatakan setuju dengan catatan pembahasan RAPBD Perubahan harus dilaksanakan hingga evaluasi dan penutupan masa sidang III.

“Jangan sampai karena sudah tanda tangan, maka seolah-olah kita sudah membenarkan semua dokumen yang belum dibahas di dalam proses penganggaran ini. Oleh karena itu, teknisnya tanggal 30 (September), tetapi tidak berarti mengabulkan semua yang belum dibahas,” tegasnya.

Sebelum menutup sidang itu, Ketua DPRD, Yeskiel Loudoe menyampaikan bahwa sudah ada beberapa pembahasan terkait Perubahan APBD yang telah disepakati. Tinggal beberapa hal yang masih perlu pembahasan lanjutan. Oleh karena itu, selama masih ada komitmen antara Pemkot dan DPRD, maka dipastikan sidang ini bisa berjalan dengan baik.

Ia meminta agar sidang bisa digelar hingga larut malam agar cepat tuntas. Kepada Pemkot, ia meminta agar memberikan jawaban yang tepat dan detail di setiap pembahasan, sehingga tidak memakan waktu.

“Jadi saya perlu ingatkan ke dinas, badan, tolong tertib. Jawabannya jangan coba-coba tipu-tipu. Kalau tipu-tipu akhirnya katong sonde habis. Ada beberapa hal yang saya pikir kita sudah bicarakan. Tunggu yang beberapa saja. Saya yakin pasti habis kalau kita punya niat. Tanda tangan tanggal 30, penutupan dan evalusi itu tanggal 14,” kata Yeskiel. (rnc04)

Baca Juga:  Pemasangan Lampu di Jalan Frans Seda Amburadul, DPRD Minta Bongkar

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed