oleh

Kajati NTT Sebut Ada Banyak Persoalan Agraria di Labuan Bajo

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Persoalan agraria di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ternyata sangat banyak. Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto dalam konferensi pers sehubungan dengan penetapan dan penahanan para tersangka kasus jual beli aset Pemkab Mabar, Kamis (14/1/2021).

Menurut Yulianto, penyelidikan terhadap kasus korupsi jual beli tanah seluas 30 hektar milik Pemkab Manggarai Barat di Keranga, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo merupakan pintu masuk untuk mengungkapkan persoalan agraria lainnya. “Dengan penyelidikan ini, tentu ada pintu masuk bagi Kejati NTT untuk menyelesaikan persoalan-persoalan agraria yang terjadi di Mabar,” sebut Yulianto.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: Ini Identitas 16 Tersangka Kasus Jual Beli Tanah Pemkab Mabar, 1 Masih Buron

Yulianto mengaku, tim penyidik Kejati NTT sudah melakukan deteksi terhadap persoalan-persoalan agraria di Mabar. “Kami juga sudah mendeteksi betapa banyaknya persoalan agraria yang ada di Mabar,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi jual beli tanah milik Pemkab Mabar di Keranga, Labuan Bajo, tim penyidik Kejati NTT telah menetapkan 16 tersangka. Salah satunya adalah Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula. Mantan anggota DPRD Mabar yang pada Pilkada lalu ikut mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Mabar, Andi Risky Nur Cahya juga terseret dalam kasus ini.

Sebagai upaya untuk menyelamatkan kerugian keuangan negara yang ditaksir mencapai Rp 3 triliun, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang, aset-aset tanah dan dua buah hotel yang berdiri di atas tanah milik Pemkab yang sudah dijual kepada pihak ketiga. (rnc09)

Baca Juga:  Lima Pelaku Pengeboman Ikan di Labuan Bajo Terancam 5 Tahun Penjara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed