oleh

Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Persiapan SMKN 1 Ende

Iklan Demokrat

Ende, RNC – Usai liburan lebaran, SMKN 1 Ende akan kembali menerapkan pembelajaran tatap muka. Hal ini disampaikan Kepala SMKN 1 Ende, Helmin Gildus Rangga kepada RakyatNTT.com di ruang kerjanya, Kamis (20/5/2021).

Gildus menjelaskan, percepatan pembelajaran tatap muka terbatas tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor 422/1044/PK/2021 tentang . Menindaklanjuti surat edaran tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan dewan guru dan melakukan pertemuan dengan orangtua/wali siswa. Kesepakatan mengenai pembelajaran tatap muka kemudian dituangkan dalam berita acara tertanggal 28 April 2021.

Iklan Dimonium Air

Menurut Gildus, dalam pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan 5 M tentu akan sangat diperhatikan. Fasilitas cuci tangan dan fasilitas lainnya sudah sesuai dipersiapkan secara baik dan sesuai dengan standar kesehatan. Pihaknya juga berinisiatif menyediakan satu tenaga medis untuk sekolah untuk kondisi guru dan siswa. Sekalipun rapid antigen dan vaksinasi tahap pertama telah dilalui oleh semua guru.

“Masa pandemi ini menyebabkan sekolah lebih menekankan pada keamanan dan kenyamanan siswa. Jadi kehadiran tenaga medis yang stand by di sekolah sangatlah penting,” ujarnya.

“Kehadiran tenaga medis di sekolah, selain demi memperlancar proses KBM, juga sangat baik mengingat dengan siswa kelas X dan XI saja berjumlah 993 orang,” sambung Gildus.

Mengenai penggajian, Gildus mengaku pihak sekolah bersama orangtua/wali siswa akan memberikan upah sesuai standar UMR mengingat tenaga medis yang diperbantukan ini non PNS.

Gildus menerangkan, untuk kelas X, pembelajaran tatap muka terbatas diberlakukan pada hari Senin, Selasa dan Rabu dari pukul 07.30-12.00 WITA. Sedangkan untuk kelas XI diberlakukan setiap hari Kamis, Jumat dan Sabtu dengan jam yang sama. Jumlah siswa per kelas akan dibatasi maksimal 18 orang.

Baca Juga:  Warga Temukan Mayat di Kawasan Pelabuhan Ende, Keluarga Tolak Otopsi

Menurutnya, apabila dalam perjalanan ditemukan guru atau siswa yang terpapar covid-19, maka pihak sekolah akan segera menghentikan proses tatap muka dan kembali pada pola semula yakni belajar dari rumah (BDR).

Di akhir wawancara dengannya, Gildus mengharapkan kerja sama dari semua pihak demi menunjang proses pembelajaran tatap sehingga berjalan lancar.

“Kami tetap mengutamakan kualitas output meskipun di tengah pandemi. Kreatifitas dan akademis yang baik tentu tetap menjadi prioritas sekolah kami,” pungkasnya. (rnc16)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed