oleh

Minyak Tanah Langka di Kabupaten Kupang, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Oelamasi, RNC – Elvi Keluanan (30), warga RT 011/RW 005, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (23/11/2022) mengaku sudah tiga minggu dirinya terpaksa beralih menggunakan kayu bakar untuk memasak akibat susah mendapatkan minyak tanah.

“Saya datang mau beli minyak tanah, tapi minyak kosong terus di pangkalan. Di kios juga sama saja. Sudah tiga minggu minyak tanah langka. Di pangkalan minyak kosong, terpaksa masak pakai kayu bakar. Di kios tidak ada, tempat bensin juga tidak ada. Kalau begini kami susah sudah. Pemerintah tolong perhatikan kelangkaan minyak tanah,” keluhnya.

banner BI FAST

Kelangkaan minyak tanah ini juga diungkapkan Gedra Ballan (30), warga RT 010/ RW 004, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Ia terpaksa harus membeli minyak tanah di beberapa kios di Oesapa yang dijual menggunakan takaran botol air mineral seharga Rp10 ribu.

Ia berharap pemerintah dan DPRD bisa memperhatikan kelangkaan minyak tanah yang terjadi saat ini, apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Menanggapi masalah ini, pemilik pangkalan minyak tanah, Risak Medo kepada media ini, mengatakan kelangkaan minyak tanah ini dipicu akibat Pertamina secara sepihak mengurangi jatah minyak tanah di setiap pangkalan termasuk di pangkalan miliknya.

“Bukan terlambat atau tidak ada, tapi jatah pangkalan dikurangi. Biasanya pangkalan saya sesuai izin itu 20 drum minyak tanah per bulan dan tiap minggu diantar 5 drum oleh agen. Tapi masuk bulan November sampai Desember jatah pangkalan termasuk pangkalan saya dikurangi sesuai surat edaran yang dilayangkan pihak Agen UD Mata Rantai milik Chris N Sulungbudi. Jadi kami dapat 3 drum saja. Saya kemarin ke agen UD Mata Rantai untuk pertanyaan alasan pengurangan jatah minyak tanah agen bilang tanya Pertamina karena itu perintah Pertamina,” terangnya.

Baca Juga:  Tim Voli Putra TTU Berhasil Pertahankan Medali Emas Porprov NTT

Yang jelas, ungkap Rusak, pengurangan jatah minyak tanah bagi pangkalan menjadi alasan terjadi kelangkaan minyak tanah di masyarakat, apalagi pengurangan ini dilakukan pada bulan November dan Desember saat permintaan minyak tanah sangat tinggi di masyarakat.

“Sebenarnya jatah minyak tanah di pangkalan harus dinaikkan di bulan November dan Desember seperti pengalaman tahun 2021 lalu, semua berjalan baik tidak ada kelangkaan minyak tanah karena setiap Pangkalan dikasih bonus tambahan jatah 5 drum, ini malah dikurangi tanpa alasan yang jelas,” pungkasnya. (rnc08)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed