oleh

Objek Wisata Kelapa Lima Dibangun, Pedagang Mulai Bongkar Lapak

Kupang, RNC – Para pedagang ikan bakar di area Pantai Kelapa Lima, tepatnya di depan Aston Hotel, mulai membongkar sendiri lapak-lapaknya. Untuk sementara mereka direlokasi ke Pantai Pasir Panjang.

Pantauan RakyatNTT.com, Senin (9/11/2020), puluhan pedagang dengan inisiatif sendiri membongkar lapak-lapaknya dan akan segera pindah ke Pantai Pasir Panjang, tepatnya di Pasar Ikan samping Hotel Sotis.

Kepada media ini, salah satu pedagang ikan bakar, Ahmad Kolo mengatakan ia berinisiatif membongkar lapaknya, karena sangat senang lokasi tepat berjualannya mulai ditata. Tempat tersebut tak hanya dibangun objek wisata, tapi juga pusat kuliner.

Ia mengatakan, lokasi yang ditata tersebut akan memberikan daya tarik wisata sehingga makin banyak pengunjung. Selain ada pusat kuliner, juga ada taman baca, jembatan, dan spot menarik lainnya.

“Ini lebih baik lagi kalau ditata, biar lebih indah dan lebih bagus lagi, biar banyak pengunjung yang datang ke sini,” katanya.

Ia mengatakan para pedagang dipindahkan sementara di Pantai Pasir Panjang selama proyek dikerjakan. “Kan besok (hari ini, Red) sudah mulai pembongkaran dari ujung ke ujung. Nanti untuk sementara (berjualan) di Pantai Pasir Panjang. Setelah selesai kami kembali,” katanya.

BACA JUGA: Kabar Gembira! Kupang Square Mulai Dibangun, Begini Desainnya

Pedagang lainnya, Zulkarnaen mengatakan dirinya sangat mendukung pembangunan yang digagas Wali Kota Kupang, dr. Jefri Riwu Kore. Alasannya ini akan menjadi salah satu ikon wisata Kota Kupang.

Menurutnya, dari desain yang diketahuinya, penataan lokasi tersebut akan memperkuat ikon kuliner Kota Kupang. Dengan dibangunnya objek wisata ini, maka akan mendukung pengembangan sektor UMKM di Kota Kupang.

“Belum ada di Indonesia seperti ini. Di Pantai Losari, Raja Ampat kalau saya lihat (tidak seperti ini). (Model) Seperti ini yang ada cuman di Jepang,” jelasnya.

Ia juga berharap setelah pembangunan selesai, maka para pedagang kecil yang ada di wilayah ini bisa disiapkan tempatnya untuk berjualan kembali. Selain itu, ia meminta agar retribusi tidak membebani para pedagang. Untuk diketahui, proyek yang dikerjakan Kementerian PUPR ini menelan anggaran Rp 52 miliar.

(rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed