oleh

Peduli Lingkungan, Jemaat GMIT Betania Keoen Kerja Bakti di PMA Keoen Rote Ndao

Iklan Demokrat

Ba’a, RNC – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup, dalam merayakan Bulan Lingkungan Hidup, Majelis Jemaat GMIT Betania Keoen Klasis Pantai Baru, bersama warga jemaat melaksanakan kerja bakti membersihkan mata air Keoen, bertempat di PMA Keoen, Dusun Keoen II, Desa Keoen, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Minggu (14/11/2021).

Pantauan RakyatNTT.com, kegiatan ini dimulai sekira pukul 10.30 Wita dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Betania Keoen, Pdt. Serli V. Manafe-Tanone, S.Th, para Anggota Majelis Jemaat dan puluhan jemaat dan berakhir pada pukul 13.15 Wita karena hujan.

Iklan Dimonium Air

Jemaat yang hadir kewalahan dalam membersihkan dan memindahkan pohon dan batang beringin yang tumbang akibat badai Seroja beberapa waktu lalu, karena harus menggunakan mesin sensor. Tampak juga kabel jaringan listrik milik PLN menuju pemukiman warga di Osikofi masih tertimpa pohon. Kondisi air juga terlihat keruh akibat tertutupnya saluran air.

Kepada media ini, Ketua Majelis Jemaat GMIT Betania Keoen, Pdt. Serli V. Manafe-Tanone, S.Th, mengatakan sebagai warga GMIT yang merayakan Bulan Lingkungan Hidup mesti ada kesadaran bahwa lingkungan mesti dirawat dan dijaga kebersihannya dari polusi dan sampah. Semua yang dilakukan dalam bentuk ketaatan kepada Tuhan, yaitu dengan menjaga dan memelihara alam ciptaan-Nya.

Ditambahkan, perlu ada kesadaran jemaat yang berkelanjutan untuk merawat alam. Selain itu, perlu ada upaya pemerintah untuk membangun kerja sama dengan pihak gereja untuk melestarikan alam, contohnya mata air Keoen.

“Kegiatan ini akan dilakukan dua kali dalam bulan November yang ditetapkan Sinode GMIT sebagai Bulan Lingkungan Hidup. Minggu depan (28/10/2021) kita akan lanjutkan kerja bakti ini. Semoga lebih banyak yang berpartisipasi,” ujar Pdt. Serli.

Baca Juga:  Tragis! Seorang Nenek di Rote Dibantai di Rumahnya, Pelaku Sudah Ditangkap

Sementara itu, mewakili jemaat dan masyarakat Desa Keoen, Metu Tully, mengapresiasi kerja bakti yang dilaksanakan oleh pihak gereja. Ia berharap ada kerja sama pihak pemerintah Desa Keoen agar sumber mata air ini dapat terjaga kelestariannya. Selama ini tidak ada perhatian, sehingga saluran air yang tertimbun oleh pohon beringin yang tumbang akibat badai siklon Seroja pada April lalu dibiarkan begitu saja.

Mata air Keoen sendiri masuk dalam aset desa karena merupakan program Perlindungan Mata Air (PMA) yang didana dari sumber dana PNPM-MP tahun 2010 lalu. Oleh karena itu, perlu dijaga dan dilestarikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Keoen 2 dan sumber irigasi bagi kompleks persawahan Moina dan Sanik Desa Keoen.

“Kami harapkan ada kerja sama dari Pemdes Keoen agar saluran air yang tertimbun oleh pohon beringin itu dapat dibantu pembersihannya,” tutup Metu. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed