oleh

Tiba di Sabu, KRK Disambut Simpatisan dan Tim Pendukung

Seba, RNC – Krisman Riwu Kore (KRK) tiba di Kabupaten Sabu Raijua, Sabtu (27/4) pagi setelah berlayar dari Kupang dengan menggunakan Kapal Motor Expres Cantika. Setelah tiba negeri yang dijuluki Pulau Seribu Lontar tersebut, adik kandung Dr. Jefri Riwu Kore (Wali Kota Kupang Periode 2017-2022) tersebut disambut simpatisan dan pendukung yang telah menanti di Pelabuhan Seba.

Krisman pun sempat kaget dengan antusiasnya keluarga dan simpatisan yang menyambut kedatangannya tersebut. Kepada media ini, KRK menyampaikan terima kasih pada seluruh relawan, simpatisan dan keluarga yang menyambutnya.

“Jujur saya terharu dan kaget, kok tiba-tiba sudah banyak yang menyambut di dermaga. Saya cuman bisa menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kedatangannya di Sabu bukan baru sekali atau dua kali, tapi sudah berulang-ulang kali. “Ini tanah leluhur yang perlu didatangi, dilihat dan dibantu oleh ide dan gagasan kita untuk menjadi sebuah daerah yang maju seperti daerah lain,” ungkapnya.

Terkait maksud kedatangannya ke Sabu Raijua, ia mengatakan selain mengikuti pageran budaya Hole yang sedang diselenggarakan, ia juga akan berjumpa para relawan dan simpatisan dan sekaligus mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati di beberapa partai.

“Hari ini saya akan langsung mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati di PDIP. Kami mendaftar langsung dengan pasangan wakil yaitu bapak Thobias Uly,” paparnya.

Lebih lanjut, ia juga mengaku bahwa akan mendaftar ke semua partai yang ada kursi di Sabu Raijua. “Bukan di PDIP saja kami mendaftar di partai lain juga kami akan daftar. Intinya mereka buka pendaftaran kami langsung ajukan lamaran. Soal diterima atau tidak, nanti biarlah proses di partai yang menentukan atau memutuskan siapa figur yang akan mereka usung,” ujar Krisman.

Baca Juga:  Ini Alasan Ansy Lema Mundur dari DPR RI Pasca Ditugaskan PDIP sebagai Cagub NTT

Lebih lanjut, KRK juga menyampaikan dirinya kembali ke Sabu Raijua untuk menggenapi petuah atau keinginan orang tuanya. “Sabu ini tanah leluhur kami. Orang tua saya ingin kami anak-anak setelah sukses dalam pendidikan dan usaha untuk kembali ke Sabu untuk bantu dan tolong keluarga di Sabu,” paparnya. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *